Itu Bukan Takdir, Itu Pilihan

gue gak pernah nunjukin apa yang udah gue raih berkat dari pasangan tajir (aji mumpung), mau jadi pasangan karena liat kekayaan. bukan karena gue punya sugar mammy/daddy. bukan korupsi dan uniko. Bukan karena gue anak bos. DSCF0048.JPG

semua hasil kerja banting tulang. gue selalu menjadikan hidup gue sebagai sekolah kreatifitas. dimana tiap harinya harus ada selalu yang berbeda, gak pernah sama. gue sama kaya loe juga sedang mencari jalan hidup. cuman yang gue sangat pelajari sekarang adalah. loe gak boleh sombong. dunia bisa berubah bagi siapapun, kesempatan itu selalu ada buat siapapun. tergantung siapa yang berani ambil.

 

contoh klasiknya, temen2 loe dulu pas disekolah yang dimanja sama ortunya, yang kesekolah selalu punya hal yang anak2 lain inginkan, kadang bisa hidupnya bisa lebih ngenes dari pada anak biasa aja, yang kadang gak diperhatikan sama sekali.

ketika sekarang loe memiliki banyak hal yang mendukung aktifitas lu dan kemudahan lainya. maka jangan terlena, jadikan itu senjata-senjata lu buat berkreasi lagi. karena dengan kemudahan itu loe udah diuntungkan dari pada anak lainya yang belum punya apa2.

tapi bagi anak-anak biasa yang tidak punya apa-apa itu, mereka juga jadi berjuang keras untuk hidupnya. dan kerasnya hidup bisa jadi senjatanya untuk melompat jauh. ketika udah bisa setinggi impiannya. Mereka akan bersyukur atas semua kisah dan sejarah hidup yang beraneka ragam dilalui.

Tuhan itu adil men, Dia akan ngarahin kemana langkah dan dengan siapa kita akan bertemu, juga dengan kehidupan macam apa yang akan memberikan hikmah, pelajaran dan rezeki.

kuncinya adalah, lu mau gerak atau nggak. kadang karena loe terlalu perhitungan sama diri sendiri, akhirnya loe cuma ber-angan dan menjadi manusia biasa aja. ultimatelly loe akan berkata “ini udah takdir gue.” padahal apa yang loe dapat adalah yang loe upayakan.

bukan kaya makan cabe yang sekarang loe makan, bisa kerasa pedesnya. tapi kaya loe konsumsi sesuatu yang buruk. sekarang gak kerasa, tapi akhir-akhir loe menderita. begitu juga dengan nama yang loe ukir. gak bisa ketahuan hasilnya sekarang. tapi bisa nanti, besok, lusa, tahun depan, 20 tahun kemudian atau kapan aja.

ciri-ciri mahluk mental busuk adalah, ketika loe berasumsi dan mulai menilai pada suatu karya orang. dibilang, sok, belagu, sombong, pamer. bahkan dengan entengnya mulu lu berkomentar, nulis koran? padahal kemampuan lu belum sebanding dengan yang lu hina. bahkan untuk nulis satu paragraf aja lu kesusahan kaya kelilit utang rentenir.

Advertisements

Kenapa Study di Australia?

gue ragu untuk kuliah di Australia. kehidupan setahun yang gue alami di negara kangguru itu terkadang membuat gue hampa dan sepi. rutinitas hanya kerja, kerja dan sedikit sekali party.

gue juga sudah janji kalau di Australia hanya setahun dan kembali buat nerusin usaha orang tua. pulang lah gue ke rumah dan sedikit memanjakan diri traveling ke Iran, Nepal, Myanmar, Bali, Jawa Timur dan Sumatra.

Setelah beberapa minggu di rumah gue merasakan kalau rutinitas yang gue hadapi juga lebih jenuh. karena sudah merasa punya duit, ngerjain kerjaan rumah pun malas. masa juga gue minta gaji.

ok deh, gue harus kembali ke Australia menggunakan Student Visa. karena ini satu-satunya cara gue bisa kesana. sekalipun disponsori visa kerja, gue gak memiliki bukti kualifikasi yang mumpuni untuk mendapatkan itu. ahk gue malas jadi babu yang tergantung sama belas kasih visa kerja dari orang.

Mulailah gue nyicil menyiapkan dokumen. kebetulan orang tua gue mau minjem duit ke Bank untuk beli tanah. jadi gue harus buru-buru biar itu duit bisa gue pake dulu buat bukti keuangan orang tua. sekalipun uangnya nanti dipake buat properti, tapi bisa menjamin hidup gue nantinya di Australia (sebagai syarat).

sisa duit yang gue dapatkan selama work and holiday cukup untuk bayar kuliah selama setahun dan masih ada lebihnya. biaya kuliahnya $14k dong. gue gak mau make banyak duit dulu sebelum student visa gue bener-bener di tangan. gue kudu punya saldo kurang lebih $35k sebagai bukti bahwa gue terjamin nantinya di Australia.

gak ribet sebenarnya mendapatkan student visa, asal semua dokumen yang diminta komplit dan dengerin apa yang agent mau. gue juga merasa terbantu banget sama Nona Fitria, karena gue bisa percaya dia. dia punya banyak teman di sydney dan dia baik banget. ya gue percaya dong apa yang dia saranin.

banyak sekali orang dari berbagai negara mencari peruntungan hidup di Australia dan student visa bisa jadi batu loncatan untuk itu. kalau mereka aja bisa, ayo kamu juga pasti bisa untuk seperti itu.

sekalipun work and holiday visa itu kaga ada. kalau gue tau student visa juga bisa nguntungin. menurut gue mengupayakanya itu bener-bener setimpal dengan hasil yang bisa di dapat.

apalagi kalau ambil kuliah di kota besar, dimana banyak pilihan tempat kuliah murah dan juga mudah dapat pekerjaan.

enak banget kalau student itu diperbolehkan bekerja 20 jam kalau lagi sekolah, kalau school holiday sih sakarepmu mau kerja sebanyak apapun. tinggal itung-itungan aja sekarang, kira-kira bisa nguntungin gak. tapi banyaknya orang pada bisa tuh, berarti banyak celah lah nanti di sana nyari rezeki.

bukan gue menghina kehidupan gue di Indonesia. gue pengen banget tiap hari makan sambel dan oreg tempe nyokap gue. tapi setelah gue pikir ulang. gue bisa mendapatkan hidup yang aman, tentram, tanpa was-was kecopetan, jambret, demo, dan aneka chaos yang lainya. belum lagi di Australia gue bisa membeli makanan-makanan ok kualitasnya dengan harga terjangkau jika gue mendapatkan gaji australia.

gue juga mulai fitnes kan, butuh asupan yang ok. nah kalau di Australia gue bisa banget dapat barang-barang yang gue inginkan. contohnya, gue bakal mikir panjang untuk berli susu protein sejuta ketika di Indonesia. tapi kalau gue di Australia, susu belum abis juga gue udah pesen lagi.

sorry kalau tulisan gue agak senga dan sombong ya.

mumpung masih muda, mumpung banyak kesempatan yang lebih mudah, ayo kita berjuang bersama. mudah-mudahan kelak kita bisa berguna bagi banyak orang. juga banyak informasi ke negara lainya yang mungkin lebih reasonable buatmu, misalnya kanada.

 

semoga sukses ya…

Childlike or childish

I got this word dari penulis buku eat, pray and love. Sikap childlike dimana seperti anak kecil yang selalu terbuka dan antusias tinggi pada hal baru bisa mengembangkan kreatifitas yang kita miliki. Sedangkan bersikap childish dimana sering kali gampang ngambek, egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri.

Peka pada hal-hal kecil. Gue ada contoh kecil dimana menurut gue ini kurang baik. Misalnya ibu atau teman loe masak dan dinner bareng. Loe cuma kebagian makan aja. Terus acara makan kelar. Kalau lu makan sama temen lu, ya pasti lu bantu cuci piring, kalau sama ibu sendiri kadang digeletakin gitu aja. Urusan piring sendiri sudah kelar. Tapi ketika lu liat itu makanan masih di meja dan lu juga tau kalau gak disimpan dengan baik bakal rusak. Sedangkan ibu atau teman lu lagi ada urusan lain sehingga gak sempat rapiin meja. Peka sedikit lah untuk mau merapikan, lalu kasih tau dengan cara apa saja bahwa makananya telah ditempatkan dengan baik. Contoh diatas hanya sebagian kecil.

Ingin berteman dengan siapapun. Pernah liat anak kecil, kalau liat anak kecil lain, langsung main bareng, tanpa ba bi bu. kita yang dewasa apalagi memiliki insting dimana bisa merasakan ini orang baik atau nggak untuk jadi temen. Selama batasan loe saling mengenal dan bersosial tanpa ada saling memanfaatkan atau cari keuntungan dari diri loe. Terbuka pada siapapun. Loe juga harus bisa membatasi, dalam kapasitas bagaimana lu welcome ke siapapun. Semua manusia itu berbeda-beda, dari setiap diri manusia ada aja yang celanya. Disitulah lu bisa milih, manusia mana yang kira-kira cocok buat jadi sahabat. Kalau lu merasa gak cocok atau tau karakter yang dia miliki dan lu gak senang, cukup mengenalnya dan berteman biasa saja.

Ketika loe sudah bisa menilai sikap seseorang dan bagaimana menghadapinya. Lu akan bersikap netral dan menerima berbagai macam sikap orang dengan rasa belajar. Memberikan lu pelajaran. Bahkan ketika loe berkenalan dengan pemabuk, lu akan belajar dan membuat list yang kemungkinan menjadi penyebab kenapa ini manusia suka banget mabuk. Atau ketika loe memiliki teman kerja yang dibenci semua orang. Loe gak lantas jadi ikutan membenci, tapi loe jadi belajar dan menerka, kira-kira apa saja yang membuat dia dibenci banyak orang. Ini bisa jadi pelajaran berguna sekali.

Pemaaf,. Terkadang kita perlu ketemu orang jahat atau orang yang nyakitin diri kita, agar kita bisa banyak belajar dan bisa jadi karena kejadian yang kurang menyenangkan itu, ada suatu hal besar yang menjadi acuan lu untuk berkembang. Ketika loe meraih sesuatu itu, kelak lu bukan membenci masa lalu lu, tapi lu bersyukur karena lu bisa seperti sekarang karena tindakan kurang menyenangkan itu. Lu pun akan lebih damai dengan diri lu sendiri kelak.

Perhitungan. Gue selalu berpikir selama masih muda, perhitungan itu harus dihapus. Kecuali lu emang ketemu dengan orang yang cuma manfaatin doang. Mending yang kaya begini dihindari. Duit mah selama kita produktif akan selalu dapat men, tapi kalau lu terlalu perhitungan. Lu cuma bisa resah, takut habis dan lu gak bahagia akhirnya.

Ok segitu dulu ya. Thanks udah baca.

Kuliah minggu pertama

Jadi kuliah gue ini kan sistem belajarnya, dua minggu kuliah, dua minggu off. Belajarnya itu dari senin sampe jumat. Dari jam 8.30am – 4.30 pm. Gue kuliah di universitas, ini termasuk kursus gitu sih. Jadi kalau nanti lulus dapat sertifikat gitu lah.

Mungkin masih ada yang nanya jurusan apa kuliahnya?

Gue pilih commercial cookery certificate III, diploma management of hospitality 1 semester dan lanjut commercial cookery certificate IV. Semua jurusan ini mesti ditempuh dalam waktu 3 tahun men. Jadi loe nanti bakal dapat visa kurang lebih 3 tahun.

Sebelum kuliah kayaknya gue kecapean karena banyak kegiatan. Ada temen gue yang terserang batuk pilek. Karena gue kecapekan kali ya. Gue pun terserang. Badan lemes, ngantuk bawaanya, semua nyeri-nyeri, pala puyeng ditambah batuk dan pilek.

Tiga hari pertama yang gue dapatkan berupa teori bagaimana bekerja yang safe, bersih, unharmful, hazard, dan semua teori yang menyangkut dapur dan kebersihan makanan.

Gila memang ya, kerja di Australia itu dipikirin agar si pekerja itu safe, kerja pintar, eficien dan efektif. Selain itu gue juga mendapatkan teori manner dan behave kerja. Semua benar-benar diatur dan diajarkan agar kualitas bekerja lebih bagus. Mangkanya kalau pernah ngerasain kerja di bidang hospitality (sepengalaman gue) pasti ngerasain kalau kita ditraining dan diajarin kerja yang bener dan smart. Ngerasin juga tentunya, bukan cuma tempat nyari duit, tapi gimana tempat kerja bisa dibangun oleh orang-orang dengan manner baik.

Gue kudu ngerjain banyak assesment. Sebagian berisi hal-hal yang menyangkut kebersihan dan keamanan bekerja. Ada juga assesment yang seperti table-table yang diformat untuk berbagai jenis shcedule yang umumnya digunakan untuk memanage dapur.

Dengan keadaan gue yang lemes-lemes gak jelas. Gue cuma dengerin, gak banyak aktif.

Tiga hari kemudian gue mulai masuk dapur dan belajar menset up ruang kerja.

Oh iya, karena gue sedang belajar masak, maka peralatan dasar mesti gue miliki. Gue membeli satu set gitu dari salah satu penjual. Ada tiga penjual yang datang ke kampus saat orientasi, mereka menawarkan barang dan memberikan info detail untuk memesan barang.

At least gue kudu punya satu set piso, seragam dan sepatu khusus yang anti slip.

Kurang lebih gue menghabiskan uang $600 untuk beli semuanya.

Setiap hari ada 1 menu yang dibuat beserta saus-saus.

Gue udah belajar bikin

1. Fish and chips,

2. Mayonaise

3. Saus tartare

4. Tekhnik memotong sayuran yang kudu sama rata sesuai yang diminta,

5. Fillet ikan

6. Memotong-motong ayam

7. Boiling egg, daging

8. White souce

Itu yang gue ingat. Kayaknya masih ada lagi deh, cuman gue lupa aja.

Sebenarnya kuliahnya gampang-gampang aja sih bro. Cuman gue gak tau kedepanya kudu gimana.

Gue sih merasa beruntung udah punya speed, multi tasking juga lumayan, potong-potong, fillet-fillet juga. Semua yang gue pelajari dua minggu itu gak begitu sukar sih untuk saat ini.

Oh iya guys jadi gue kuliah ini persemesteernya bayar 7 ribu $$ kan ya. Terus perdua minggu itu cuma dibolehkan kerja 20 jam. Sebenarnya ada polanya sih untuk aturan bekerja ini. Cuman yang aman itu kalau lebih baik tiap minggu itu kamu kerja 20 jam aja.

Polanya sebenarnya gini.

Misalnya minggu pertama kamu kerja 15 jam, minggu ke dua itu kamu boleh kerja 25 jam, tapi minggu ketiga ini kamu gak boleh kerja lebih dari 15 jam karena hitunganya gini minggu 1 + minggu 2 kudu 40. Minggu 2 ditambah minggu ketiga kudu 40 jam. Jadi kalau ngikutin contoh ditas berati di minggu ketiga kamu kudu balik lagi kerja 15 jam dan minggu keempat kerja 25 jam.

Makanya ada bagusnya kamu kerja tiap minggu itu 20 jam aja biar gak rempong.

Terus kalau minggu pertama itu kamu sakit dan ada surat dokter. Minggu kedua bukan berarti kamu bisa kerja 40 jam sekaligus, gak bisa. Kamu tetep cuma bisa ambil jatah 20 jam aja, atau jumlah jam seperti biasa yang kamu dapat di minggu kedua.

CMMIW ya kalau gue salah.

Terus kan kemarin senin gue disuruh masuk. Ada seseorang yang mau ngisi materi tambahann. Gue datang dong ya. Dijelasin tuh semua rule jadi student yang bener. Gue agak ngeri juga sih.. intinya kalau mau jalan lu mulus, jangan coba-coba againts rule. Kuliah yang bener.

Nah guys sebelum kita dapat student visa kan kita dapat surat penerimaan dari kampus yang biasanya dikenal dengan CoE. Baru kemudian dengan melampirkan CoE itu baru kita dapat student visa.

Kalau kamu gak bener kuliahnya, CoE ini dicabut, visa kita automatically juga dicabut oleh imigrasi. Jadi seberapa lama pun masa berlaku visa itu, tetep saja tergantung dari CoE.

Jadi gue gak ngoyo-ngoyo banget lah buat nyari duit.. yang penting kebayar tiap semesternya.

Oh ya guys, makanan yang kita buat itu selama kuliah bisa kita makan kok.

Eh sekarang kan waktunya libur ya.. gue malah homesick coba, pengen balik rasanya gue.

Haydeyyhhhh