Step Mendapatkan Work and Holiday Visa in short video

hi guys, udah lama nih gak nulis.. enjoy the video ya

 

 

Advertisements

Childlike or childish

I got this word dari penulis buku eat, pray and love. Sikap childlike dimana seperti anak kecil yang selalu terbuka dan antusias tinggi pada hal baru bisa mengembangkan kreatifitas yang kita miliki. Sedangkan bersikap childish dimana sering kali gampang ngambek, egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri.

Peka pada hal-hal kecil. Gue ada contoh kecil dimana menurut gue ini kurang baik. Misalnya ibu atau teman loe masak dan dinner bareng. Loe cuma kebagian makan aja. Terus acara makan kelar. Kalau lu makan sama temen lu, ya pasti lu bantu cuci piring, kalau sama ibu sendiri kadang digeletakin gitu aja. Urusan piring sendiri sudah kelar. Tapi ketika lu liat itu makanan masih di meja dan lu juga tau kalau gak disimpan dengan baik bakal rusak. Sedangkan ibu atau teman lu lagi ada urusan lain sehingga gak sempat rapiin meja. Peka sedikit lah untuk mau merapikan, lalu kasih tau dengan cara apa saja bahwa makananya telah ditempatkan dengan baik. Contoh diatas hanya sebagian kecil.

Ingin berteman dengan siapapun. Pernah liat anak kecil, kalau liat anak kecil lain, langsung main bareng, tanpa ba bi bu. kita yang dewasa apalagi memiliki insting dimana bisa merasakan ini orang baik atau nggak untuk jadi temen. Selama batasan loe saling mengenal dan bersosial tanpa ada saling memanfaatkan atau cari keuntungan dari diri loe. Terbuka pada siapapun. Loe juga harus bisa membatasi, dalam kapasitas bagaimana lu welcome ke siapapun. Semua manusia itu berbeda-beda, dari setiap diri manusia ada aja yang celanya. Disitulah lu bisa milih, manusia mana yang kira-kira cocok buat jadi sahabat. Kalau lu merasa gak cocok atau tau karakter yang dia miliki dan lu gak senang, cukup mengenalnya dan berteman biasa saja.

Ketika loe sudah bisa menilai sikap seseorang dan bagaimana menghadapinya. Lu akan bersikap netral dan menerima berbagai macam sikap orang dengan rasa belajar. Memberikan lu pelajaran. Bahkan ketika loe berkenalan dengan pemabuk, lu akan belajar dan membuat list yang kemungkinan menjadi penyebab kenapa ini manusia suka banget mabuk. Atau ketika loe memiliki teman kerja yang dibenci semua orang. Loe gak lantas jadi ikutan membenci, tapi loe jadi belajar dan menerka, kira-kira apa saja yang membuat dia dibenci banyak orang. Ini bisa jadi pelajaran berguna sekali.

Pemaaf,. Terkadang kita perlu ketemu orang jahat atau orang yang nyakitin diri kita, agar kita bisa banyak belajar dan bisa jadi karena kejadian yang kurang menyenangkan itu, ada suatu hal besar yang menjadi acuan lu untuk berkembang. Ketika loe meraih sesuatu itu, kelak lu bukan membenci masa lalu lu, tapi lu bersyukur karena lu bisa seperti sekarang karena tindakan kurang menyenangkan itu. Lu pun akan lebih damai dengan diri lu sendiri kelak.

Perhitungan. Gue selalu berpikir selama masih muda, perhitungan itu harus dihapus. Kecuali lu emang ketemu dengan orang yang cuma manfaatin doang. Mending yang kaya begini dihindari. Duit mah selama kita produktif akan selalu dapat men, tapi kalau lu terlalu perhitungan. Lu cuma bisa resah, takut habis dan lu gak bahagia akhirnya.

Ok segitu dulu ya. Thanks udah baca.

Kuliah minggu pertama

Jadi kuliah gue ini kan sistem belajarnya, dua minggu kuliah, dua minggu off. Belajarnya itu dari senin sampe jumat. Dari jam 8.30am – 4.30 pm. Gue kuliah di universitas, ini termasuk kursus gitu sih. Jadi kalau nanti lulus dapat sertifikat gitu lah.

Mungkin masih ada yang nanya jurusan apa kuliahnya?

Gue pilih commercial cookery certificate III, diploma management of hospitality 1 semester dan lanjut commercial cookery certificate IV. Semua jurusan ini mesti ditempuh dalam waktu 3 tahun men. Jadi loe nanti bakal dapat visa kurang lebih 3 tahun.

Sebelum kuliah kayaknya gue kecapean karena banyak kegiatan. Ada temen gue yang terserang batuk pilek. Karena gue kecapekan kali ya. Gue pun terserang. Badan lemes, ngantuk bawaanya, semua nyeri-nyeri, pala puyeng ditambah batuk dan pilek.

Tiga hari pertama yang gue dapatkan berupa teori bagaimana bekerja yang safe, bersih, unharmful, hazard, dan semua teori yang menyangkut dapur dan kebersihan makanan.

Gila memang ya, kerja di Australia itu dipikirin agar si pekerja itu safe, kerja pintar, eficien dan efektif. Selain itu gue juga mendapatkan teori manner dan behave kerja. Semua benar-benar diatur dan diajarkan agar kualitas bekerja lebih bagus. Mangkanya kalau pernah ngerasain kerja di bidang hospitality (sepengalaman gue) pasti ngerasain kalau kita ditraining dan diajarin kerja yang bener dan smart. Ngerasin juga tentunya, bukan cuma tempat nyari duit, tapi gimana tempat kerja bisa dibangun oleh orang-orang dengan manner baik.

Gue kudu ngerjain banyak assesment. Sebagian berisi hal-hal yang menyangkut kebersihan dan keamanan bekerja. Ada juga assesment yang seperti table-table yang diformat untuk berbagai jenis shcedule yang umumnya digunakan untuk memanage dapur.

Dengan keadaan gue yang lemes-lemes gak jelas. Gue cuma dengerin, gak banyak aktif.

Tiga hari kemudian gue mulai masuk dapur dan belajar menset up ruang kerja.

Oh iya, karena gue sedang belajar masak, maka peralatan dasar mesti gue miliki. Gue membeli satu set gitu dari salah satu penjual. Ada tiga penjual yang datang ke kampus saat orientasi, mereka menawarkan barang dan memberikan info detail untuk memesan barang.

At least gue kudu punya satu set piso, seragam dan sepatu khusus yang anti slip.

Kurang lebih gue menghabiskan uang $600 untuk beli semuanya.

Setiap hari ada 1 menu yang dibuat beserta saus-saus.

Gue udah belajar bikin

1. Fish and chips,

2. Mayonaise

3. Saus tartare

4. Tekhnik memotong sayuran yang kudu sama rata sesuai yang diminta,

5. Fillet ikan

6. Memotong-motong ayam

7. Boiling egg, daging

8. White souce

Itu yang gue ingat. Kayaknya masih ada lagi deh, cuman gue lupa aja.

Sebenarnya kuliahnya gampang-gampang aja sih bro. Cuman gue gak tau kedepanya kudu gimana.

Gue sih merasa beruntung udah punya speed, multi tasking juga lumayan, potong-potong, fillet-fillet juga. Semua yang gue pelajari dua minggu itu gak begitu sukar sih untuk saat ini.

Oh iya guys jadi gue kuliah ini persemesteernya bayar 7 ribu $$ kan ya. Terus perdua minggu itu cuma dibolehkan kerja 20 jam. Sebenarnya ada polanya sih untuk aturan bekerja ini. Cuman yang aman itu kalau lebih baik tiap minggu itu kamu kerja 20 jam aja.

Polanya sebenarnya gini.

Misalnya minggu pertama kamu kerja 15 jam, minggu ke dua itu kamu boleh kerja 25 jam, tapi minggu ketiga ini kamu gak boleh kerja lebih dari 15 jam karena hitunganya gini minggu 1 + minggu 2 kudu 40. Minggu 2 ditambah minggu ketiga kudu 40 jam. Jadi kalau ngikutin contoh ditas berati di minggu ketiga kamu kudu balik lagi kerja 15 jam dan minggu keempat kerja 25 jam.

Makanya ada bagusnya kamu kerja tiap minggu itu 20 jam aja biar gak rempong.

Terus kalau minggu pertama itu kamu sakit dan ada surat dokter. Minggu kedua bukan berarti kamu bisa kerja 40 jam sekaligus, gak bisa. Kamu tetep cuma bisa ambil jatah 20 jam aja, atau jumlah jam seperti biasa yang kamu dapat di minggu kedua.

CMMIW ya kalau gue salah.

Terus kan kemarin senin gue disuruh masuk. Ada seseorang yang mau ngisi materi tambahann. Gue datang dong ya. Dijelasin tuh semua rule jadi student yang bener. Gue agak ngeri juga sih.. intinya kalau mau jalan lu mulus, jangan coba-coba againts rule. Kuliah yang bener.

Nah guys sebelum kita dapat student visa kan kita dapat surat penerimaan dari kampus yang biasanya dikenal dengan CoE. Baru kemudian dengan melampirkan CoE itu baru kita dapat student visa.

Kalau kamu gak bener kuliahnya, CoE ini dicabut, visa kita automatically juga dicabut oleh imigrasi. Jadi seberapa lama pun masa berlaku visa itu, tetep saja tergantung dari CoE.

Jadi gue gak ngoyo-ngoyo banget lah buat nyari duit.. yang penting kebayar tiap semesternya.

Oh ya guys, makanan yang kita buat itu selama kuliah bisa kita makan kok.

Eh sekarang kan waktunya libur ya.. gue malah homesick coba, pengen balik rasanya gue.

Haydeyyhhhh

Kuliah dan kerja di Australia

Seneng rasanya banyak anak muda yang semakin tertarik untuk merasakan bagaimana serunya tinggal di Australia. Salah satu caranya bisa dengan work and holiday visa. Selain itu bisa menggunakan berbagai visa atau dengan student visa. Ini juga salah satu cara bisa datang ke Australia dan merasakan hidup yang sama dengan teman-teman yang berada di Australia.

Jika dilihat dari segi biaya mungkin telihat sangat besar. Akan tetapi kita sebagai seorang international student diizinkan untuk bekerja 20 jam officially. Apalagi jika kita mau bekerja sama dengan partner kita. Tentu saja bisa saling membantu satu sama lain. 

Di Australia juga banyak pilihan tempat kuliah murah kok. Namun, tentu saja lebih mudah bagi kamu mendapatkan student visa apabila kamu memilih tempat kuliah yang bagus. Ini mungkin berhubungan dengan persyaratan yang kamu miliki, akan menjadi pertimbangan ketika proses mendapatkan visanya.

Keuntungan yang bisa didapatkan ketika tinggal di Australia sebagai student:

1. Bisa bekerja sambil kuliah, gajinya bisa digunakan untuk biaya hidup dan juga uang kuliah, tergantung jurusan dan dimana kuliahnya. Harga berbeda-beda.

2. Kehidupan di Australia memungkinan buat kamu untuk menjalani hidupmu sesuai dengan apa yang kamu mau.

3. Kamu juga bisamembeli barang-barang yang menurutmu mahal di Indonesia, tapi terjangkau di Australia.

4. Mendapatkan banyak teman dong.

5. Kamu bisa melanjutkan karirmu di Australia ke depanya.
Tentu kuliah sambil bekerja, apalagi berniat nyari duit. Agak rumit dijelaskan dan tergantung kapasitas setiap orang. Apalagi jika memilih tempat kuliah yang bagus. Tentu kamu dituntut bagus juga secara akademik kan. Urusan kuliah saja bisa menguras otak kamu, apalagi harus pontang-panting kerja. 

Jika memang ingin serius menjalani karir di Australia ke depanya ya mendingan cara tempat kuliah juga yang bisa menunjang karir kamu. Biarin aja susah perih terlebih dahulu beberapa tahun. Ketika nanti lulus kuliah kan bisa juga menjalani hidup yang lebih nyaman lagi..

Ke Australia bisa dengan banyak cara guys., dan selama kamu mengikuti prosedur untuk mendapatkan visanya. Insha ALLAH dapat.

Saat mengurus proses student visa. Aku dibantu oleh Nona Fitria yang bekerja di StudyNet (agent pendidikan). 

Jadi Student di Australia

Sebenarnya gue tuh ragu antara mau melanjutkan pendidikan lagi apa nggak. Tapi, gue begitu nyaman dengan kehidupan di Australia, jadi gue yakin memutuskan kembali ke Australia dengan menggunakan student visa. 

I felt like I’ve spent my time after worked and holiday in Australia. I had been doing nothing for almost 9 months in Indonesia and other country. Ya I traveled a lot and spent much money too.

Bisa dibilang ini semua karena IELTS. Memang ielts itu agak intricate dan harus belajar, gak bisa asal-asalan test aja. Ditambah setelah work and holiday, gue jadi manusia pemalas, buka buku pun kaga mau. Emang gue kaga suka belajar juga sih. Gimana bisa dapatin skor yang bagus kalau begitu. Cuman gue ngerasain dengan belajar ielts, belajar english lebih enak aja gitu. Setelah 3 bulanan gue belajar dengan berbagai cara. Akhirnya gue mendapatkan nilai 5.5. Skor ini sudah cukup sekali untuk mencukupi syarat kuliah cookery.

Gue memutuskan ke Darwin lagi, padahal banyak sekali anak Work and holiday visa holder dari indonesia yang pergi ke bagian utara australia untuk mendapatkan second year visa. Beruntungnya mereka, karena mereka bisa mendapatkan kesempatan begitu. Tapi gue optimis kok, walaupun persaingan di Darwin akan semakin banyak. Gue bisa dapat kerjaan nantinya untuk bayar kuliah.

Bersyukur pula gue pernah kerja di tempat lama dan cukup memberikan kesan yang baik, sehingga gue bisa dengan mudah meminta kembali pekerjaan. 

Nah untuk student sendiri. Gue diperbolehkan bekerja hanya 20 jam dalam seminggu. Tentu ini tidak cukup sebenarnya untuk bayar segala macam. Apalagi biaya pendidikan di Australia terkenal dengan mahalnya. Tapi kalau diimbangi dengan bekerja di Australia, pendidikan di Australia cukup terjangkau kok.

Dalam proses mendapatkan student visa, gue dibantu oleh Nona Fitria yang merupakan senior work and holiday yang kini tinggal di Australia. Dia bekerja di study net yang merupakan agent pendidikan. Nona begitu helpful dan sabar banget. Dia juga yang mentraslete semua dokumenku. 

Ada dua proses inti yang harus dilalui.

1. Mendaftarkan diri ke tempat dimana kita mau sekolah, baik itu college ataupun university

2. Apply student visa.

Nona juga tidak meminta fee. Semua biaya yang gue keluarkan memang untuk biaya kuliah dan permohonan visa saja.

Honestly, pasti normal terjadi pada siapapun yang sedang apply visa. Gue juga termasuk anak yang sering deg-degan atau takut my visa is not granted.

Gue sendiri memilih untuk belajar cookery di charles darwin university dan bakal ambil yang intake pada bulan july 2017.

Gue ambil test ielts pada bulan januari 2017.

Setelah mendapatkan hasil IELTS gue mulai mengirimkan beberapa dokumen yang diperlukan.

1. Passport

2. KTP

3. Kartu Keluarga

4. Ijazah SMK dan Kuliah beserta transkrip nilainya

5. SIUP/Tanda Daftar Perusahan dan surat lainya yang menyangkut usaha. karena orang tua gue memiliki usaha sendiri, gue gak melampirkan slip gaji ataupun NPWP.

Semua dokumen di atas cukup discan dan diserahkan kepada Nona Fitria.

Kemudian syarat tambahan lainya adalah;

6. SOP atau surat yang menyatakan kenapa sih kita kuliah pada bidang itu. (Menggunakan bahasa inggris)

7. Bukti pendukung yang bisa memperkuat alasan kenapa ambil kuliah jurusan tersebut. Gue sendiri melampirkan slip gaji di beberapa tempat kerja saat gue work and holiday dulu.. kebetulan gue banyak kerja di bidang kuliner. (Menggunakan bahasa inggris)

9. Surat pernyataan dukungan dari orang tua yang ditandatangani diatas materai (menggunakan bahasa inggris). Surat ini ada yang ditunjukan kepada sekolah dan embasy.

10. Syarat yang paling berat mungkin adalah mengenai keuangan:

Selama work and holiday gue cukup bisa menabung banyak, jadi tinggal kurang sedikit lagi. Saat itu juga bertepatan dengan ortu gue yang baru pinjam duit ke bank untuk beli tanah. Gue pinjem dulu lah, sebelum mereka beli tanah. Alhamdulillah gue bisa menunjukan bukti keuangan yang cukup besar.

Bukti keuangan yang dilampirkan bisa scanan buku tabungan, bank statmen ataupun rekening koran. Gue sendiri memilih menggunakan bank statment. 

Untuk mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan atau berapa saldo yang bisa ditunjukan sebagai bukti keuangan bisa ditung kasar. Misalnya begini.

Biaya kuliah gue pertahun itu 14.000 $AUS + Biaya hidup pertahun 19.000 + 2000 biaya apa gitu.. jadi kurang lebih yang harus ditunjukan di saldo sekitar 35,000 $… lebih bagusnya kalau kamu nunjukin lebih. Biar tenang aja gitu.
Kayaknya negara australia itu gampang deh untuk urusan apply visa, asalkan semuanya terpenuhi dan masuk akal, yaudah granted gitu.
Nah tantangan selanjutnya bagi gue adalah gimana bisa membayar biaya pendidikan dan hidup selama di Australia nanti.

14,000 : 52 minggu = 269.2$

Biaya accomodation = 120

Biaya makan = 100

Biaya lain-lain = 100

589.2$ perminggunya harus bisa gue dapatin untuk mencukupi biaya pendidikan gue.

Sedangkan gue cuma boleh kerja 20 jam aja, yang dimana gaji bersihnya itu rata-rata $17/ jam * 20 jam/minggu = 340$ ini hanya cukup untuk biaya makan hidup doang. Gimana dengan biaya kuliahnya.

Ada beberapa bulan dalam setahun dimana gue bisa kerja full/unlimited. Nah saat itulah gue bisa menggunakanya untuk mengejar biaya kuliah. Makanya harus nyari tempat kerja yang bisa ngasih jam kerja panjang.

Ini cuma itungan gue aja ya. Pada kenyataanya di Australia juga banyak kok jenis pekerjaan yang bayaranya cash, cuma tergantung di mana kamu kuliah. Di kota besar mendapatkan pekerjaan dengan bayaran cash itu lebih mudah jika dibandingkan dengan darwin. Jadi gue juga bisa nyari uang tambahan dari pekerjaan yang ngasih bayaran cash. Cuma ya gak bisa banyak juga. Hehehe

Kita lihat ya, gimana gue bisa bertahan di Australia. Setidaknya, gue gak minta duit lah ke ortu untuk semua biaya yang gue butuhkan ini. Gue pun seneng banget bisa kembali ke Australia lagi.

Gue salut sama temen-temen yang di INdonesi dulu, mereka hebat, bisa bayar kuliah sendiri. Di Australia pun banyak sekali student yang kuliah dengan biaya sendiri, bahkan biayanya jauh lebih mahal dari pada bayaran kuliah gue.

Yuk mumpung kita masih muda, kita push diri kita sampe limitnya gimana sih. Berjuang keras. Gue yakin suatu saat kita bisa juga jadi bagian dari orang-orang hebat.
Guys thanks ya udah baca…