Terjebak di industri hospitality

gak nyangka kalau gue bakal tercebur ke industri hospitality. kerja di Industri ini memang banyak memberi peluang bagi pemegang work and holiday visa Australia. gue pun mendapatkan pekerjaan di bidang ini dan gue merasa senang kerja di kitchen.

 

sudah tiga tahun kerja di kitchen, rasanya selalu ada exitment. mungkin karena gue masih pada tahap banyak yang harus dipelajari. kalau terus menjalani kerjaan di satu bagian untuk durasi waktu yang lama. bisa jadi gue udah gila.

 

kerja di kitchen harus flexible. kita gak bisa bawa rule sendiri, karena komunikasi itu sangat penting sekali. kerja di kitchen juga memberikan kesempatan mendapatkan jam kerja yang sangat panjang.

 

gue belum memiliki pengalaman kerja di Indonesia. selama ini gue bekerja di Australia. memang budaya kerjanya beda. pekerjaan harus selesai cepat dan benar. semua hal ada rule untuk keselamatan kerjanya. jadi segala sesuatu itu sudah terukur dan di atur dengan baik.

 

kali ini gue melanjutkan pendidikan gue di Charles Darwin University. gue belajar commercial cookery untuk mendapatkan certifikasi yang nantinya bisa gue gunakan untuk berkarir di Australia. kalau bisa gue tinggal di negara ini.

 

pendidikan yang gue dapatkan benar-benar sangat membuka mata kalau bidang hospitality ini memang sudah diatur sedemikian rupa. pembelajaran dengan praktek di lapangan atau di dunia kerja searah. jadi apa yang gue temukan di tempat kerja memang juga dipelajari di sekolah dan gue juga mengetahui ilmu2 apa saja lainya yang harus diikuti dan diaplikasikan ke dunia kerja.

 

pelajaranya juga gak rumit. semua materi benar-benar mampu merepresentasikan sesuatu yang real. bukan hanya teori.

 

 

Advertisements

Kunci Berhasil

saat kuliah kayaknya acara seminar bagaimana menjadi orang sukses dan hebat, sering terngiang di telinga. motivasi muncul saat mendengarkan, tapi setelahnya bingung apa yang harus dilakukan?

rasa ingin tahu mendorong seseorang untuk mempelajari dan menemukan bagaimana dia bisa menemukan jalan hidupnya. ini bagus, karena seiring waktu, dia terus dipenuhi semangat untuk meningkatkan upaya diri.

setiap manusia itu tentu memiliki ketertarikan masing-masing. ikuti apa yang kamu sukai dan berikan yang terbaik. semakin kita melangkah pada jalan itu, tentu kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang juga memiliki ketertarikan pada yang sama.

contohnya begini, kamu suka naik gunung. tentu saja kamu akan mencari teman yang memiliki kegemaran yang sama. ketika di gunung, bisa bertemu orang lain juga yang memiliki minat sama. melihat kemampuan, kualitas diri kita bisa jadi pemberi rezeki, menambah sahabat dan lainya.

gue merasa beruntung juga memiliki keluarga yang cukup baik dari segi ekonomi, sehingga banyak aktifitas gue yang tidak terbebani untuk memenuhi kebutuhan utama. gue bisa bergaul dengan banyak orang. lewat social media, gue bangun petemanan, bertemu dengan banyak orang. akhirnya banyak menerima informasi dan kebaikan lainya. itu merupakan rezeki yang gak pernah gue sangka. meski itu bisa dikatakan sebuah informasi doang.

semua yang dicapai adalah tergantung upaya dan semua hal yang sudah dicurahkan. gak usah nyari kemana-mana lagi kuncinya. semua itu ada dalam diri kita sendiri. terus berupaya dan mencoba berbagai hal. kelak akan ketemu suatu yang klik dan kamu bisa serius di bidang itu.

jangan ragu untuk berteman dengan siapapun. selama tidak merugikan dan saling memberikan feedback baik. terus berkarya dan berbuat baik. pasti kamu bisa.

Kuliah di Luar negri OZ

setelah gue merasakan enaknya tinggal di Australia dengan work and holiday visa. kembali lah ke Kota Darwin menggunakan student visa. ini salah satu cara yang legal. ternyata asal semua syarat terpenuhi sih lancar aja.

kuliah masak untuk dapat sertifikat sebagai tukang masak dibutuhkan 1 tahun kuliah. untuk apa? banyak orang dari berbagai negara menjadikan kuliah sebagai batu loncatan tinggal di berbagai negara yang mereka rasa jauh lebih baik dari negaranya. pun ausi.

kamu akan ketemu manusia dengan berbagai citizhenship ada di negara ini. mereka berani mengorbankan ratusan sampai milyaran uang. kebanyakan dari mereka sudah memiliki berbagai status dan bisa hidup lebih lama di negara yang apabila kamu bekerja sebagai tukang cuci piring saja dibayar rata-rata rp. 200,000 per jamnya.

di satu sisi banyak rasa was-was dan takut untuk memutuskan belajar. karena selama belajar itu harus berusaha mencari uang untuk bayar kuliah dan menuhin biaya hidup yang jika diconvert itu nilainya tinggi.

mereka gak mikir bahwa ketika mereka bisa mendapatkan gaji dari pekerjaan di sela-sela kuliah sudah bisa menutup semua biaya, bahkan ada yang bisa nabung, atau malah terus nombokin, but the end of the day mereka tau banget benefit yang bisa diraih.

semakin hari karena info kaya begini semakin banyak. orang juga berani melangkah. begitu juga dengan peraturan, semakin lama dirasa makin sulit dan meningkat. oleh karena itu, jangan ditunda lagi ketika loe udah tau. karena jika loe complain, makan orang lain yang akan ambil kesempatan itu.

secara jelas sih setidaknya seminggu gue masih bisa nabung sejuta dari semua pengeluaran. itu masih dirasa lumayan. karena dalam sebulan masih terkumpul 3-4 juta rupiah.

mungkin loe merasa sayang, karena misalnya gaji loe sebulan 20 juta dan hanya tersisa 3-4 juta doang. padahal ketika loe tinggal di indonesia, bisa nabung 3-4 juta udah bagus banget.

gini loh, lu udah bayar kuliah, biaya hidup yang enak banget (wifi, kamar berAC, jajan di supermarket, bensin, punya mobil, gak macet) ditambah masih bisa nabung 3-4 juta. lumayan lah ya.

gue bukan ngebandingin di negara sendiri. gaji 15 juta perbulan juga gak bakal dapat apa-apa. jadi jangan mikir loe bakal ngeluarin banyak duit pas di ausi. iya terkesan mahal. tapi sejauh ini, gue merasa hidup gue sangat balance. banyak waktu luang..

itu sebagian kecil yang baru gue share setelah sekian lama tidak menulis..

tiap minggu bakal keluar tulisan2 gue ya..

thanks

Kuliah COOKERY di Darwin Australia

guys. Jangan dikira gue jago masak ya.
jadi kalau loe pengen ke Ausi bisa dengan cara kuliah. Mahal kan? gue juga kalau gak pernah WHV dulu mungkin gak akan kuliah di sini. tapi guys gue kasih tau ya. lu akan dapatkan hal setimpal kok dengan biaya yang udah lu keluarkan.

gue sampai detik ini belum minta duit untuk bayar kuliah ke emak bapak. semua ditanggung diri gue. biaya hidup, entertainment, jalan-jalan, masak. semua hasil dari kerja gue sambil kuliah. banyak cara men dapatin duit pas lu tinggal disini. cuma orang gak bisa kasih tau semuanya ke elu karena sebagian cara itu kurang beretika. bukan dengan lu ngejablai atau jual diri.

kalau lu pekerja keras, gak judesan, antusias bekerja, mau banting tulang, mau DENGERIN orang lain ngajar kalian. gue yakin kalian bisa banget bertahan.

jurusan kuliah gue itu adalah sertifikasi, lulusan SMK pun bisa ikutan. dalam setahun lu udah lulus sebagai tukang masak. sertifikat ini bisa lu gunakan untuk nyari kerja di berbagai negara. lu diakui men, kuliah di australia gitu loh.

selama kuliah cari tempat kerja yang bisa mensponsori VISA KERJA, atau setelah lulus kuliah JUGA BISA. tunjukan kualitas diri. gak peduli lu punya kemampuan apa nggak. yang penting mau belajar dan dengerin kata-kata orang yang udah berpengalaman. jangan ngeyel dan merasa bisa ngerjain. karena gimanapun mereka menghadapi suatu perkara lebih sering ketimbang loe yang masih baru.

manusia itu sama bro. punya hati dan pikiran. sama kaya loe juga. kalau loe punya bawahan atau pekerja bagus. loe bakal seneng dong. nah itu gak jauh beda dengan apa yang harus loe yakini. semakin loe bagus, loe akan rasakan benefitnya. loe gak usah niat ingin dilihat bos atau leader loe. ketika loe udah total, ada manusia2 yang melihat kemampuan loe. ketika semua kesempatan pas dengan waktunya. loe tinggal terima buah dari kerja keras itu semua.

banyak orang-orang dari negara lain yang datang ke negara ini. bahkan orang-orang bermigrasi ke berbagai penjuru dunia mencari peruntungan. sekarang giliran loe.

gak usah lagi tergiur dengan embel2 cara kaya, investasi jadi milyarder. jadilah manusia yang berpikir logis. berupaya dan melakukan sebuah aktifitas..

kalau gue bisa. loe juga pasti bisa lah bro. manusia2 dari negara lain juga bisa…

Itu Bukan Takdir, Itu Pilihan

gue gak pernah nunjukin apa yang udah gue raih berkat dari pasangan tajir (aji mumpung), mau jadi pasangan karena liat kekayaan. bukan karena gue punya sugar mammy/daddy. bukan korupsi dan uniko. Bukan karena gue anak bos. DSCF0048.JPG

semua hasil kerja banting tulang. gue selalu menjadikan hidup gue sebagai sekolah kreatifitas. dimana tiap harinya harus ada selalu yang berbeda, gak pernah sama. gue sama kaya loe juga sedang mencari jalan hidup. cuman yang gue sangat pelajari sekarang adalah. loe gak boleh sombong. dunia bisa berubah bagi siapapun, kesempatan itu selalu ada buat siapapun. tergantung siapa yang berani ambil.

 

contoh klasiknya, temen2 loe dulu pas disekolah yang dimanja sama ortunya, yang kesekolah selalu punya hal yang anak2 lain inginkan, kadang bisa hidupnya bisa lebih ngenes dari pada anak biasa aja, yang kadang gak diperhatikan sama sekali.

ketika sekarang loe memiliki banyak hal yang mendukung aktifitas lu dan kemudahan lainya. maka jangan terlena, jadikan itu senjata-senjata lu buat berkreasi lagi. karena dengan kemudahan itu loe udah diuntungkan dari pada anak lainya yang belum punya apa2.

tapi bagi anak-anak biasa yang tidak punya apa-apa itu, mereka juga jadi berjuang keras untuk hidupnya. dan kerasnya hidup bisa jadi senjatanya untuk melompat jauh. ketika udah bisa setinggi impiannya. Mereka akan bersyukur atas semua kisah dan sejarah hidup yang beraneka ragam dilalui.

Tuhan itu adil men, Dia akan ngarahin kemana langkah dan dengan siapa kita akan bertemu, juga dengan kehidupan macam apa yang akan memberikan hikmah, pelajaran dan rezeki.

kuncinya adalah, lu mau gerak atau nggak. kadang karena loe terlalu perhitungan sama diri sendiri, akhirnya loe cuma ber-angan dan menjadi manusia biasa aja. ultimatelly loe akan berkata “ini udah takdir gue.” padahal apa yang loe dapat adalah yang loe upayakan.

bukan kaya makan cabe yang sekarang loe makan, bisa kerasa pedesnya. tapi kaya loe konsumsi sesuatu yang buruk. sekarang gak kerasa, tapi akhir-akhir loe menderita. begitu juga dengan nama yang loe ukir. gak bisa ketahuan hasilnya sekarang. tapi bisa nanti, besok, lusa, tahun depan, 20 tahun kemudian atau kapan aja.

ciri-ciri mahluk mental busuk adalah, ketika loe berasumsi dan mulai menilai pada suatu karya orang. dibilang, sok, belagu, sombong, pamer. bahkan dengan entengnya mulu lu berkomentar, nulis koran? padahal kemampuan lu belum sebanding dengan yang lu hina. bahkan untuk nulis satu paragraf aja lu kesusahan kaya kelilit utang rentenir.