Pencuci Piring

Pekerjaan ini mungkin rendah, apalagi saya lulusan universitas. Tapi alhamdulillahnya saya tak begitu pengen mengagungkan pendidikanku. Gak ngotot harus kerja di perusahaan dengan mengandalkan ijazahku, saya ingin berkarir sendiri dengan membuka usaha jadi saya enjoy aja tuh kerja jadi buruh kasar bahkan terus saya lakukan di pabriku juga.

Kini saya sedang menjalani working holiday dengan working holiday visa yang diberikan Australia. Sebagian orang memang berniat menjelajah benua ini tapi saya memiliki pemikiran sendiri travelingku saat ini adalah saatnya saya mengeksplore kemampuan dan belajar dari bawah bagaimana kerja dibawah pimpinan orang lain

Sebagian orang, bahkan ayahku bilang bahwa kamu harus merasakan bagaimana kerja pada orang lain. Selama ini saya kerja dibawah pimpinan ayahku sendiri tapi saya sering menentang omongan ayahku dan bekerja sesuai nalarku. Saya pikir asal kerja cepat, gaji sesuai (besar), produksi terpenuhi yaudah gak usah ngomel-ngomel. Kami sering cekcok di rumah, komunikasi kami dalam usaha terasa semakin buruk, saya bukanlah periang ketika di lingkungan usaha ayahku.

Beberapa tahun terakhir saya berpikir keras, usaha apa yang bisa saya tekuni, padahal kerupuk di depan mata. Saya tertarik dengan beberapa bidang seperti membuka cafe, usaha bidang kerajinan atau pendidikan. Lalu saya nyemplung ke aktifitas relawan, menjadi seorang guru yang membawa faktor seni, motivasi, dan attitude yang ingin dibenamkan pada anak.

Kelak saya ingin memiliki usaha yang pure bisnis tapi dilain sisi pendapatan saya bisa mendanai kegiatan mendukung pendidikan anak-anak.

Tekadku semakin kuat untuk sesegera mungkin bisa ke Australia. Selain di rumah sudah mumet, semakin cepat pergi dan selesai semakin cepat juga saya beraktualisasi pada bidang lain. Di Australia saya bisa banyak belajar dari negara maju.

Ternyata benar, saya merasakan perbedaan yang signifikan mengenai cara kerja di sini dan semua sesuai ekpektasiku.

Saya merasakan bagaimana bekerja di tempat orang lain, saya jadi mau mendengarkan dan mau banyak belajar, berbeda sekali dengan di rumah, saya sering tak mau mendengarkan ayahku karena merasa benar dan sudah memenuhi targetnya. Untungnya saya dapat pekerjaan yang saya inginkan yaitu di dapur, gapapa sih saat ini masuk sebagai pencuci piring tapi dari sinilah saya bisa belajar hal-hal dasar. Semakin lama saya juga disuruh melakukan banyak hal selain cuci piring.

Petualanganku di sini lebih saya tekankan untuk belajar sekaligus bekerja. Itu penting bagi saya saat ini untuk menambah kualitas saya ketika kelak saya memimpin sebuah usaha atau terlibat dalam kegiatan usaha.

Saya harap kedepanya banyak pelajaran yang akan saya terima. Terima kasih sekali ya Allah atas jalanMu yang selalu indah dan baik.

pengen kerja sehari 10 jam

setelah dihitung-hitung ternyata saya kerja 7,5 jam sehari selama 6 hari dalam seminggu. saya merasa kurang karena inginya 10 jam sehari, kaya ngejar duit banget ya tapi ya saya pengen sekali banyak uang, mumupung ada kesempatan buat kerja kan di negara maju dengan gaji $ perjamnya.

ternyata saya merasa pekerjaan sebagai cuci piring alias kitchen hand ini benar-benar bikin badan saya rontok dan sakit. setiap kerja berdiri terus dan saya dituntut untuk kerja cepat. selain cuci piring saya masih sempat membantu membersihkan carot, memotong paprika, mengupas 5 dus pisang dan lainya. saya senang sekali sih kerja di situ banyak makanan, tapi saya ingin setiap hari itu bisa kerja 10 jam. kadang menjelang sore beberapa chef menyuruhku pulang saja.

saya juga kerja 2 kali dalam seminggu di tempat lain, sekali kerja 2.5 jam. kerjaanya sebagai cleaning bareng pa rudi. tapi minggu depan ada temanku yang baru datang ke darwin akan gantiin, kayaknya saya harus nyari kerjaan lain lagi untuk nambah penghasilan tapi saya mikir lagi apa saya bisa kuat ya dengan kondisi semacam itu.

selain itu saya yang dulu jam 8 malam sudah tidur, sekarang susah sekali tidur, dan selalu tidur diatas jam 11. kadang itupun dipaksakan untuk tidur, kalau gak tidur saya bisa sampai dini hari terus mantengin handphone. kadang pulang pergi dengan bus saya selalu naik bus dan tidur meski bus itu dedesign bukan untuk memberikan kenyamanan tapi lumayan bisa membuat saya tidur.

kadang saya membeli makanan dan buah untuk camilan setelah kerja, saya juga berencana akan membeli sepeda.

ya mungkin ibarat fitnes kali ya, diawal-awal suka pegel-pegel badan. nanti juga akan terbiasa.

tadi pagi saya ngobrol sama Mani.

“why you dont work?”

“today is my day off, I am tired Mani.”

“tired, is better you go back to your home bro!”

“hahahahahahhahah”

semangat-semangat demi masa depan.

1 year in Australia

ok saya mau sharing sisi lain dari traveling yang bisa didapat temen-temen Indonesia.

Working Holiday Visa (Australia)

kamu masih muda dan energic, ingin mencari passion, kamu pengen seperti orang-orang ke luar negri, kamu gak bisa dapat beasiswa atau visa kerja di negara orang tapi kamu pengen tinggal cukup lama di negara orang. mungkin ini bisa jadi alternatif.

sebelum mulai, ok saya akan berterima kasih kepada mas Nanang Selamet Hidayat yang telah membuat file khusus di Backpacker Dunia sebelum orang banyak tahu mengenai WHV. saya juga gak nyangka bisa mendapatkanya, namun impian itu muncul ketika mas nanang 3/4 tahun yang lalu posting mengenai WHV. terima kasih kepada mba Irene yang juga telah menampung para WHV holder sehingga saya juga banyak belajar dari grupnya WHV indonesia. sangat-sangat berterima kasih juga kepada mba Elok yang sangat perhatian dan memberikan dukunganya.

ok saya menyiapkan visa ini 8 bulanan prosesnya, panjang tapi asal semua lengkap pasti granted dan saya percaya itu sekarang, pas ngejalanin galau juga takut gak granted, but almost all documents of my friend are granted. kamu bisa googling semua syaratnya, pokoknya under 31.

kenapa ini sisi lain dari traveling?
saya memang kalau jalan-jalan asal jalan aja, riset seadanya dan gak mesti ke tempat wah.

WHV artinya bisa kerja sambil liburan di Australia, sebagian orang memang niat liburan banget dan kerja sesekali hanya untuk nambahin uang sangu, tapi sebagian lagi memang niat kerja dan nabung duit. seperti saya, awalnya ingin sambil traveling tapi akhirnya terlalu tergiur sama duit jadi kerja aja selama ada kesempatan.

saya masih muda, kemarin-kemarin orang tua masih banyak bersumbangsih pada pemasukan, terus sekarang kalau saya cuma terus-terusan traveling, kapan saya bangun karirnya (nabung, traveling, nabung, traveling iya kalau gaji saya gede kaya yang kerja di perusahaan mulitinasional atau BUMN). makanya saya berpikir harus punya usaha biar nanti juga bisa traveling ke berbagai penjuru (maklum susahlah ngelamar ke perusahaan mending dagang atau bikin usaha sendiri). nah inilah saatnya ngumpulin modal, menguatkan mental, mencari apa yang cocok buat kita dan belajar banyak dari usaha orang lain (tempat kita kerja).

3 tahun terakhir saya jalan-jalan juga bareng orang indonesia jadi english saya sangat menurun kualitasnya, intinya sih parah juga. setelah visa granted saya pilih Darwin, selain dekat (mungkin tiketnya murah), ada farm yang mungkin kalau saya kerja di situ tak perlu pake bahasa inggris terlalu aktif, dan kata orang gaji perjamnya lebih gede dari pada wilayah lain.

saya juga galau gimana nanti saya nyari kerja ya, bagaimana dengan bahasa saya. kalau masalah kerja saya optimis dan bisa diandalkan, karena saya memang kerjanya cepat dan mau ngerjain apapun. saya sangat jarang sekali membiarkan pekerjaan agar orang lain yang mengerjakan, saya pegang dan gak mau perhitungan karena saya yakin ALLAH lebih adil dan akan memberikan lebih dari ekspektasi kita.

saya juga mulai aktif di beberapa organisasi volunter, ngajar anak-anak, mungkin itu juga yang membuat saya diberikan banyak hal-hal mulus oleh ALLAH.

ketika beberapa bulan sebelum granted, ada orang Indonesia (permanent residence, namanya pa Rudi) posting di grup whv kalau dia bisa membantu anak whv buat kerja dan tinggal di awal-awal ke Darwin (bantu-bantu dikasih gaji dan sesekali saja dalam seminggu) dan nampung sementara, saya menghubunginya dan akhirnya bisa tinggal di sana. bahkan saya merubah penerbangan agar bisa datang lebih cepat ke rumahnya (tiket saya hampir 4 juta).

sampai di Darwin saya setiap hari membuka website Gumtree (segala Info mengenai australia ada di sini). saya nyari kerjaan terus, tiap ada list lowker saya kirim resume. trik teman-teman lainya adalah drop cv mereka ke toko-toko, awal-awal saya malu banget, tapi setelah satu kasir di salah satu toko jus mau menerima dengan antusias, saya makin pede drop ke tempat lain. hanya 5 tempat saja yang saya drop.

saya pernah melamar jadi pemetik mangga, pemiliknya pengen bertemu untuk wawancara di pasar traditional hari minggu. saya kesana dan kata dia mangga mulai penennya awal september “tapi kalau kamu mau bantu, bantu saya tiga hari dalam seminggu, ok, I’ll pay you $15/hour) saya pilih; kamis, jumat, dan sabtu.

.

hari seninnya saya menerima sms dan diminta bekerja bantu-bantu acara konsulat di Indonesian Garden di Charles Darwin University, keren banget acaranya, saya pun dibayar gede. acaranya hari kamis jadi otomatis saya menolak tuh kerja di farm karena setelah dipikir jauh juga tempatnya, untuk ongkosnya saja $79 sekali jalan.

pas hari kamis pagi saya lihat ada lowongan jadi kitchen hand (cuci piring) di sebuah cafe, kebetulan waktu itu masih 2 orang yang baru visit listnya, segera saya kirim resume “hi Brian, I am arip from Indonesia, I am hard worker and you wont be regret if choose me, I send my resume, thanks.”

jam 1 siang ketika saya sedang leha-leha tiba-tiba ada yang telpon, saya disuruh datang jam 2, si brian menyerahkan tuh telponya ke seorang wanita indonesian “kesini yah, dek, jam 2 di kota, kamu tau yah” dia ngomong cepet kaya lagi terburu-buru dan tanpa basa-basi. “waduh saya kudu buru-buru nih (saat itu jam 12.40)”.

saya kesana untuk wawancara dengan bingungnya, Brian melihat tingkahku dong yang gak understand gitu dan mengajaku ke dapur saja lalu wanita indonesian tadi diminta mengurusku, anaknya juga yang bisa bahasa menunjukan apa pekerjaan saya dan besok ketika kerja di hari pertama sudah saya siap. sorenya saya bekerja membantu konsulat, ketemu 3 temen WHV lainya.

pada hari ke 12 di Australia dengan english parah abis, saya sudah kerja dan sekarang total sudah 5 hari saya kerja di sana, dikasih seragam (baju 3 dan celemek 2) hahahahah. saya senang sekali karena kerja di dapur dan di cafe, salah satu impian saya kan pengen punya restoran juga, namanya cafe 21, kalau ke CBD Darwin nanti pasti liat.

disitu saya bisa banyak belajar banget bagaimana bekerja dengan cepat dan baik. bagi temen-temen kenapa ini bisa jadi salah satu cara untuk traveling, kita bisa belajar bagaimana orang-orang di negara maju menjalankan bisnis, kita bisa belajar budaya kerja, kepemimpinan, responsiveness, empathy, keramah-tamahan, respect, tolerance, everything yang bener-bener bisa berpengaruh terhadap kita nanti.

saya baru 5 hari kerja, 70% orang asia yang kerjanya, saya selalu senang kan orangnya, ketawa terus, orang-orang kerja juga gak stres padahal tuntutanya harus cepat, bagus dan bersih sehingga bisa menjaga nama baik. setiap hari saya liat orang-orang selalu tersenyum, selalu perhatian, mau mengajari dan kayaknya gak saling iri. what you do is what will you get, jadi kerja ya kerja.

saya termasuk yang kerja sangat cepat, tapi ternyata saya belum begitu cepat juga. hahaha. saya sering dapat motivasi dari wanita indonesia yang memang dia adalah kepala chefnya, kerja disitu biasanya suka disponsorin, saya sih gak muluk-muluk juga tapi saya senang karena saya suka dan bisa belajar banyak dengan melihat cara kerja di cafe, cara kepemimpinan pemilik cafe yang tuntanya tinggi tapi sangat-sangat care, dia juga bisa berbahasa Indonesia tapi katanya bukan dari Indonesia tapi tau surabaya.

tau gak? hari ini ketika saya bekerja, saya kan angkut semangka dari belakang ke gudang, saya lihat orang yang nganterin semangka adalah George, seorang yang temui untuk wawancara. saya sapa duluan, “do you rememberme jorj, I am Arip, we met when you interviewed me at rapid creek, I am sorry couldn’t help you on your farm, because I work here, sorry.’ dia gak masalah dan memberi aku (buat semua orang) semangka kecil kaya melon berkulit aneh buat dimakan.

ok mungkin ini bisa dibilang cara pandang travelingku, karena dimanapun tavelingnya pasti mendapatkan pelajaran, sekalipun saya niat kerja jadinya bukan traveling ke gunung, alam liar, atau apapun itu, tapi dalam akhir-akhir ini kalau traveling saya ingin terlibat dalam suatu kondisi yang seperti sekarang ini atau bisa belajar dengan ikutan kursus-kursus singkat gitu yang bisa nambah teman dan kemampuan.

bagi temen-temen yang memang ingin mencari passionya bisa jalan-jalan dulu di australia selama setahun ini. bisa dapat uang dan pelajaran juga, kan enak.

kerjaan yang boleh diambil adalah kerjaan casual, kerjaan yang memang berat dan rendah bagi sebagian orang, tapi tidak ada yang memandang seseorang rendah di Australia, semua orang menghargai, bahkan orang-orang gak akan peduli pada penampilan dan muka (kampungan, jelek, atau gimana) kita. bahkan saya bisa menemukan orang-orang pake baju pemadam, tukang bangunan ke pusat perbelanjaan dan cuek aja gitu. gak usah peduli orang mau bilang kerjaan rendahan, atau kamu bisa dapat pekerjaan yang lebih baik meskipun menggunakan Working holiday visa. ya terserah sih orang mau mandang gimana aja, kita menjalani sebuah hidup tidak selalu harus yang lebih mudah atau lebih bagus dipandang orang. tergantung kapasitas orang dan background orang kenapa ambil itu, bagi saya yang belajar dari paling dasar (menjadi pencuci piring) penting sekali karena kelak kalau saya bekerja saya bisa memahami gimana orang yang bekerja pada posisi itu.

tinggal, bekerja dan liburan di Australia juga bisa menambah cara pandang kita, ya begitu banyak hal dimanapun kalau kamu traveling dan bisa di dapat.

memang terlalu awal dan siapa yang bisa menjamin saya bertahan setahun disini. saya cuma ingin share buat kalian yang ingin banyak belajar cara bekerja di negara maju mungkin ini bisa jadi salah satu cara yang baik untuk kalian, apalagi kalian ingin punya usaha sendiri dan suka traveling.

banyak sekali kesempatan buat kita semua, saat ini saya cuma bisa mengambil kesempatan WHV ini, karena saya bisa memenuhi semua syaratnya dengan penuh perjuangan juga (googling semua syaratnya, I wont be answer and if you get more the goodness about WHV, can you copy the link on your comment, please!).

awal-awal hidup amanya bawa $1500 tapi saya alhamdulillah baru menghabiskan $200, karena awal-awal hidup saya juga kerja beberapa jam bersama pa Rudi. Alhamdulillah saya sering sekali mendapatkan kebaikan dan seperti kebetulan-kebetulan, ALLAH memberikan banyak hal yang terbaik buat saya namun kadang juga saya selalu merasa kurang. perjalanan selalu membuat saya lebih peka dan saya bisa banyak menangis karena sangat beryukur sekali. saya selalu ingin bisa berbuat bagi banyak orang, saya ingin share ini juga salah satunya untuk memberi masukan buat teman-teman semoga terinspirasi.

orang Indonesia itu bagus cara kerjanya, yuk kita makin tambah ilmu, bekerja dan belajar di negara orang bagaimana mereka mamanage itu semua.

buat temen-temen yang lagi kuliah semoga kalian belajar semakin rajin, bagusin englishnya, perjuanganya juga cukup lumayan, saya banyak keluar duit buat tes english, sisanya hanya bayar visa saja 4.8 juta.
buat temen-temen sekarang itu internet semakin canggih, bisa googling info sebanyak-banyaknya ya!! orang-orang di negara maju, belanja aja gak dilayani kasir semuanya tapi mereka sangat-sangat ramah mengalahkan orang-orang di negara kita yang disebut paling ramah. apapun sebisa mungkin lakuan sendiri, orang-orang jadi mandiri. jangan ragu untuk ikutan banyak komunitas yang suka volunteering, bantu orang-orang dan jalin banyak silaturahmi. ALLAH will give you more.

Syarat dapat WHV.
baiklah karena saya merasa perlu juga, akan saya jelaskan sedikit.
1. dibawah 31 (aturan australian gov), dibawah 30 (aturan Imigrasi Indonesia)
2. Ijasah S1 (minimal 4 semeseter)
3. KTP, KK, Akta lahir.
4. Sertifikat toefl, dulu saya pake toefl itp, sekali tes 350 ribu (saya ampe 5 kali tes karena jelek terus), sekarang toefl itp dan toeic udah gak boleh lagi, bolehnya IBT/IELTS (liat harga tesnya diatas 2 juta)
5. Saldo senilai $5000 di tabungan sendiri, orang tua, sodara yang masih dalam 1 KK. bagaimana kalau gak punya, pinjem sana-sini saja, ketika dilampirkan juga boleh kok menunjukan rekening koran, surat pertanyaan dari Bank kalau kita punya $5000 atau potocopy tabunganya. pilih salah satu. jadi kalau gak punya uang, pas mau ngajuin dokumen atau wawancara minjem aja ke sodara dan minta surat pernyataan dari Bank, atau pinjam ke sodara dan duitnya kudu disimpan beberapa bulan di tabungan kita. pokoknya pinter-pinter kita deh ya.

liat-liat syarat ini sebenarnya mudah sekali kan, tapi ya kudu bersabar dalam mendapatkanya karena prosesnya kadang lumayan lama. siapapun bisa mendapatkanya, coba bandingkan dengan persayaratan mendapatkan kesempatan lainya seperti beasiswa.

DILARANG KERAS MEMALSUKAN DOKUMEN, please jangan buat jelek orang-orang Indonesia, biar kesempatan ini selalu ada, tidak menghambat orang lain. kalau kamu mematikan kesempatan orang lain artinya kamu paling jahat dan akan berpengaruh pada nasib banyak orang.

ok saya akan bahas juga prosesnya.
1. daftar di web Immigrasi Indonesia, pilih bagian rekomendasi visa bekerja dan berlibur, lalu klik. isi semua yang diperlukan, mengenai pengisian jumlah saldo dan nilai toefl kalau belum ada kamu isi asal aja, selama menunggu dipanggil wawancara kamu bisa tes toefl, karena sekarang yang daftar itu semakin banyak maka kemungkinan dipanggil juga makin banyak.
http://www.imigrasi.go.id/…/rekomendasi-visa-bekerja-dan-be…

2. cek selalu jadwal wawancara setiap seminggu atau dua minggu sekali pada hari jumat dan liat nama kamu apakah sudah muncul atau tidak (liat link di atas).

3. melakukan wawancara, bisanya pengecekan dokumen dan menjelaskan beberapa hal sesuai yang ditanyakan, mudah dan pake bahasa inggris juga.

4. mendapatkan surat keterangan bahwa kita layak dapat dari immigrasi indonesia, semuanya gratis.

(proses ini butuh 3 bulan menungu wawancara dan 1 bulan hasil wawancara)

5. mengajukan dokumen ulang beserta surat rekomendasi ke kedutaan Australia dan harus melalui kurir pengiriman (AVAC Jakarta dan Bali) dan membayar visanya 4.8 juta.

6. kalau dokumen sudah masuk kedutaan Australia tinggal tunggu dikirimi nomor dauntuk melakukan tes kesehatan dan daftar rumah sakit yang ditunjuk untuk medical check up, nanti di rongtsen paru-paru kita (katanya kalau TBC gak diterima)

7. hasil medical check up dikirim ke kedutaan oleh rumah sakit dan tunggu granted.

8 visa granted

(proses ini butuh 2,5 minggu saja)

selama proses itu kita bisa nyari tahu banyak hal mengenai kerjaan, tempat menarik, kebiasaan hidup atau apa aja mengenai Australia

semangat ya dan mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang salah di mata kalian. tulisah ini akan saya edit-edit kalau kurang pas.

thanks buat siapapun yang banyak membantu saya selama ini. sukses selalu.

Bekerja di Restoran

Hidangan yang disajikan di restoran tempat kerjaku menu breakfast dan lunch. Banyak kue-kue, kopi, jus, sampai makanan berat.

Saya kerja sebagai tukang cuci piring, saya sering cuci piring bantu-bantu jadi udah terbiasa. Sebelumnya juga saya sudah liat video bagaimana cuci piring di negara orang. Saya pikir bisa melakukanya dengan baik dan cepat.

Saya awalnya gak pede langsung kerja di restoran, saya fokus ke farm tapi apapun lowong yang ada ya saya coba kirim.

Ada orang indonesia membuat saya mudah mendapatkan intruksi, kebetulan dia sepertinya kepala chef (seorang wanita).

Training berlanjut pada kerja, karena bos dan kepala chef suka, maka lanjut kerja sampai sore.

Selama kerja saya dikasih kue, buah, makan bareng. Awal-awal memang saya masih adaptasi, pengenalan tempat_tempat penyimpanan barang, tapi untungnya saya juga masih sempet bantu-bantu kerjaan lain, padahal saat itu ramai sekali.

Hal-hal yang saya dapatkan dalam beberapa hari ini.

1. Selalu nyapa dan Say thanks.
Kerja dan tinggal di negara orang saya bisa merasakan mereka gak pelit untuk menyapa orang lain, bahkan saat berpapasan mereka selalu bilang ‘good morning’ atau semacamnya, begitu juga di tempat kerja.
Siapapun yang membantu atau dibantu selalu bilang thanks, bisa-bisa saya dengar ratusan kali setiap saat.

Jawaban No worry pun banyak saya dengar. Hari pertama memang kikuk tapi hari berikutnya saya bisa beradaptasi.

2. Tekanan kerja
Kerja di Australia harus serba cepat, meski begitu saya kagum dengan restoran ini yang selalu menyediakan makanan fresh dan berkualitas. Semua harus bagus.

Entah kenapa orang-orang tidak ada tuh yang ngamuk-ngamuk atau menggerutu. Ketika owner memberi tahun pun terlihat tegas tapi enak bisa saling komunikasian.

3. Care
Saking carenya selain bilang thanks mereka juga selalu bertanya ‘are you fine?’ Hadug gedeg sih banyak bbasa-basi, tapi bisa mencairkan suasana dan terjalin rasa empati.

Saya banyak sekali mendapatkan pelajaran, ketika bekerja saya jadi semangat karena memikirkan banyak hal. Apalagi memang saya suka dan ingin punya cafe impian. Saya janji kudu banyak bekerja dan belajar.

Hari ke dua saya juga dibantu oleh seorang cewek bagaimana nyuci cepat, dia sangat helpful banget hari itu, murah senyum dan sangat peduli.

Hari ke 3 saya sudah bisa bercanda sengan beberapa orang. Rasanya happy sekali, ya kadang sih bahasa dan pendengaranku masih buruk. Saya sudah bisa bekerja dengan baik dan terasa lebih mudah.

Saya senang bekerja di situ dan kemarin saya dapat jadwal kerja. Seminggu saya bekerja selama 6 hari. Setiap kerja cuma dapat istirahat 15 menit dan itupun sekitar jam 2 siang. Masih susah buat saya mengatur waktu ibadah dan mengenai makanan.

Alhamdulillah saya bisa bekerja di tempat yang saya inginkan, Allah mendengar dan mewujudkan apa yang kita omongkan sekalipun saya berpikir itu ucapan keluar biasa saja. Saya juga merasa bersyukur bisa mudah dalam beberapa hal, uang saya yang terpakai paling cuma $100, malah kurang.

Tiket pesawat saya sampai 4 jutaan memang, tapi saya dapat kemudahan dan merasa bersyukur, memang perlu pengorbanan. Gila kan tiket one way ke Darwin ampe 4 jutaan. Hahhahaha

Saya belum jelaskan secara detil tapi semoga ada manfaat yang bisa disampaikan.

Orang-orang banyak prepare, saya banyak galau saat apply visa, masalah nanti di negara orang saya cuma bisa mengandalkan tenaga.

Bagi orang mungkin itu kerjaan biasa aja. Tapi bagi saya inilah traveling yang saya inginkan. Bekerja di negara orang beberapa waktu, banyak yang bisa saya pelajari, saya mengeksplore kemampuan saya dan menemukan passion yang bisa membuat saya semangat bekerja, menemukan jati diri, dan melihat sisi lain cara hidup orang lain.

Saya bersyukur dan bersyukur bisa mendapatkan WHV ini.

Thanks ya Allah.

Causarina Bus Terminal

Jadi kalau saya kerja itu pake sepeda dari rumah dan lanjut pake bus nomor 10 atau 4. Paling cepet pake nomor 10, kalau nomor 4 muter-muter.
Saya ti nggal di Moil, 10 menit lah bersepeda dan tidak terasa karena jalanan sangat mulus. Harga tijet harianya $3, sedangkan mingguan $7. Kamu bisa naik kapan aja sevelum masa expired habis.

Berikut saya tampilkan beberapa foto ya mengenai terminal Darwin bus itu

image

Ada tempat minum juga ya dan tersedia banyak.

image

Pejalan kaki lebih diutamakan

image

Banyak tempat sampah pula.

image

Ini rute bus sesuai dengan nomornya

image

Sepeda pinjaman dari pa Rudi terparkir di mall.

Busnya enak, jarang yang pake bus, paling beberapa orang saja. Busnya enak dan nyaman, lebih enak dari pada busway jakarta.

Terima kasih ya.

image

image

Kerja di Restoran

12 hari saya di Darwin alhamdulillah dapat panggilan kerja hasil nyari-nyari dari website gumtree.com, hampir setiap hari saya mantengin itu website, kegiatanku kebanyakan di rumah bantu-bantu, sesekali ikutan kerja cleaning sama pa rudi di tempat gym dan rumah australian di coconut groove.

refresh terus itu website, ada list kerjaanya baru, segera saya kirim resume dengan beberapa kata ampuh seperti

“hi. I am Arip from Indonesia

I am hard worker and you wont be regret if choose me.

I send my resume

thanks”

untungnya baru 2 orang yang visit lowongan tersebut dan saya langsung kirim, kemudian ketika saya telponan sama mas didik yang akan daatang ke darwin minggu depan ada telpon masuk dan seorang pria asing menelpon, dia bertanya beberapa hal dan menyerahkan telponya ke seorang INdonesian, lalu saya ngobrol sama indonesia, dia kurang jelas ngomong kaya terburu-buru dan meminta saya datang jam 2. padahal saat itu jam 1, sedangkan saya ada kerjaan bareng konsulat jam 4.

saya segera ke sana tanpa pikir panjang, setelah wawancara saya diajak ke dapur dan ditunjukan pekerjaan apa yang harus saya kerjakan besok. cukup paham karena saya sering cuci piring, kalau ada makan-makan bareng temen juga saya yang mau nyuci piring bahkan setelah seharian memasak dan ngebanyol bareng mereka sambil makan-makan. oke pertemuan dengan pemilik dan orang-orang di cafe itu cuma 30 menitan. saya balik menggunakan bus dan meluncur ke kampus untuk mengikuti kegiatan konsulat (kerja jadi all rounder casual).

besoknya saya sangat exited dan menunggu sampai jam 8 pagi kemudian saya berangkat menggunakan sepeda ke causarina dan pindah menggunakan darwin bus, saya membeli kartu mingguan $20, kalau isi ulang seminggunya itu $7.

setelah sampai saya langsung bekerja, dikasih celemek yang harus dipakai terus. saya langsung bekerja ini itu. saat itu masih pengenalan juga, banyak yang bekernalan dan menyapa, saya lupa juga namanya, kadang kalau mau manggil gak jadi karena lupa nama.

saya masih suka lupa dimana naro-naro sesuatu dan sering bertanya, ya beruntung saja ada 2 indonesia (ibu dan Anak) jadi saya juga terbantu oleh mereka yang menjelaskan banyak hal. si ibu malah nyuruh saya latih bahasa inggrisku dengan sering ngomong pake bahasa inggris, ok kalau begitu.

memang bahasa saya itu parah banget, beberapa kali traveling ke luar negri bareng temen indonesia juga, terus di kampus dan lingkungan sering pake bahasa indonesia dan sunda. yasudah deh kelelep tuh inggrisnya.

banyak orang yang mengatakan kalau saya ini terburu-buru membuat keputusan, abis saya bingung lah apa lagi yang mau di riset, saya itu kalau traveling kalau udah tau rate penginapan dan makan kayaknya udah deh, gak pernah nyari-nyari atau riset begitu mendalam. pokoknya yang bisa saya andalkan adalah tenaga dan cara kerja saya yang cepet. gak peduli yang lain. makanya orang bertanya, emang kamu udah siap, disana harus siap gini loh, gitu loh, banyak deh…

beruntung banget saya di facebook ketemu Indonesian juga (pa rudi dan keluarga) yang mau menampung saya, enaknya seperti di rumah sendiri dan fasilitasnya juga lengkap juga saya diminta gak boleh sungkan sama beliau. begitu juga dengan kerjaan, padahal saya itu di rumah terus, jarang sekali mau nyebar resume ke beberapa tempat.

pernah saya awal-awal itu malu banget untuk memberikan resume, tapi ternyata mereka sangat wwelcome sekali dan mau menerima. tapi ya gitu belum ada panggilan, ada yang telpon balik butuhnya cewek (lupa kalau di resumeku gak ada penjelasan male or female).

dan sekarang saya kerja di cafe yang cukup rame bahkan memiliki 3 toko yang katanya saya beruntung bisa masuk situ, karena cafe itu juga sering nyeponsorin orang. di lain sisi saya itu juga sedang ngelamar ke mining camp yang gajinya lumayan tinggi. tapi belum ada telpon, sempet ada yang telpon tapi ternyata itu dari tenant creek yang nawarin saya untuk jadi housekeeper (38.000 + anual setaun) banyak baget kan.

balik lagi ke cafe, awalnya saya itu mau training aja 3 jam tapi akhirnya karena bagus kerjaku maka nyampe sore sampai tutup. pulang-pulang saya bawa makanan, uniform, dan dokumen buat saya isi. besoknya saya disuruh masuk jam 8 dan 2 indonesian itu kebetulan akan off. waduh.

Katanya saya termasuk cepet juga dapat kerjaan. Setelah kerja serabutan saya harap di cafe ini bisa dapat jatah banyak. Meski tidak ada indonesian saya bisa mengenal dan akrab sama beberapa orang.

Di sela-sela kerja saya bisa bantu bersihin union, carot dan bantu lainya.

Cuman kadang kalau makan saya bingung, 2 hari ini saya makan daging tapi saya tau itu gak halal secara syariah islam. 2 hari itu saya juga belum bisa manage waktu buat ibadah.

Sampai saat ini saya belum tau rate perjamnya berapa? Semoga saja bagus lah. Yang penting kerja pasti dulu aja.

Saat kerja saya dibantu oleh seorang vietnames, dia menjelaskan banyak hal dan meringankan pekerjaan saya. Kalau kemrin saya cuci semua yang kotor dan dimasukan ke pemanas tapi sebenarnya piring atau gelas bekas yg gak ada noda membandel langsung aja masukin ke pemanas.

Untuk masalah apa saja yang saya renungkan dan pelajari dari cara kerja di sana ntar saya tulis di page lain.

Thanks.

Bantu-bantu Kerja di Indonesian Garden

malam hari telponku berdering, segera saya angkat. telpon itu dari mas Ferdi yang menawarkan saya untuk bekerja di Indoneian Garden di Charles Darwin University. saya hubungi pa Andi bahwa saya bersedia membantu pekerjaan pada acara memperingati hari kemerdekaan Indonesia. besoknya bertemu dengan pa Andi dan dia menjelaskan berbagai hal, saya pun sangat exited bisa ikut serta.

awalnya yang dibutuhkan hanya tiga orang dan diumumin lewat whatsup anak-anak WHV, sayangnya saya ketinggalan info, mungkin sudah rezekiku akhirnya saya bisa ikutan juga. lumayan lah buat nambah-nambahin pengalaman di cv nanti.

Hari H

siang harinya saya ditelpon oleh 21 cafe di CBD, bos/managernya memberikan telpon ke seorang wanita yang bisa berbahasa INdonesia di Cafenya, saya diminta datang jam 2, padahal waktu itu masih jam 1 kurang, saya segera dong bersiap. untungnya pa Rudi mau anteri saya ke CBD. karena saya tinggal di Moil, kalau pake bus sekitar 40 menit dan pake mobil sendiri gak nyampe 20 menit.

saya pun menunggu di kursi sampai mendekati jam 2 siang, kemudian saya mendatangi kasir dan menanyakan orang yang menelpon saya berinisial B, saya diwawancara olehnya dan diajak masuk ke dapur. orang asia banyak di sana dan saya bertemu mba (lupa namanya) yang kerja bersama anaknya. si B meminta si mba menunjukan apa yang harus saya kerjakan. kerjaanya cuci piring dan saya ditunjukan bagaiman rulenya. semuanya lancar dan ketawa-ketawa, seneng liat karyawan lain juga ikut senyum.

pulangnya saya naik bus menuju charles darwin university, setiap naik bis harian saya harus membayar $3 Aud dan memiliki masa berlaku, jadi sebelum masa berlaku habis ya boleh naik bus kemanapun kita suka. karena kegiatan panitia dan pembantu seperti saya dimulai pada jam 4. saya pun mandi di kampus dan diem dulu istirahat di ruangan mba Desi (Student Ph.d).

setelah berkumpul saya diberi aba-aba dan dijelaskan ulang kegaitan yang akan dilakukan, pokoknya apapun kerjaanya kita harus lakukan, menyiapkan makanan, mengumpulkan gelas dan piring kotor, memperhatikan sampah dan makanan yang berceceran, berkeliling menyebarkan camilan buat pengunjung, dan keperluan lainya.

entah kenapa saya begitu senang dan semangat sekali mengerjakanya, pada saat membagikan camilan-camilan ke pengunjung, awalnya saya ragu dan belum pernah melakukan hal demikian, tapi setelah mencoba-coba menawarkan wah asik juga. kadang ketika mereka mengambil makananya saya bertanya bagaimana makanan, apakah sudah pernah ke INdonesia dan menjelaskan apa makananya meski membingungkkan juga sih hahaha apalagi menjelaskan apa itu kue sus (this is from egg and flavor) hahahahah.

saat makan banyak sekali piring-piring yang dipakai, gak ada hentinya, saya bolak-balik mengumpulkanya, tapi seneng aja gitu, orang-orang pun mudah sekali tersenyum, anak kecil aja tuh gak pada jutek.

saya senang bisa kerja disitu, bisa ngobrol dan bercanda sama yang lainya. apalagi waktu itu ada pemilik Ayuris Restaurant (Indonesian Food), saya bercanda aja bilang semoga bisa kerja di ayuris, kami pun tertawa, bisa berkenalan dengan banyak orang lainya juga. pokoknya nyenengin. sayangnya cuma sehari.

dari kegiatan ini saya bisa kenal dengan temen-temen WHV dan dari Konsulat juga. kadang sharing pengalaman juga di sela-sela waktu luang.

pulangnya saya ikut sama mba desi, karena acaranya belum kelar (angkut-angkutin barang) terpaksa deh mba desi nungguin bersama 2 temanya. aduh jadi gak enak banget, di mobil kami bercanda dan tertawa-tawa juga. gak nyangka saya ditungguin 3 student Ph.d yang bentar lagi lulus. ihihihihiihihihihihiihih “arip kamu tuh udah jadi orang penting, kita ampe nungguin) hahahahahahahahaha maaf mba.

pulang-pulang selain dapat fee, saya juga bawa cukup banyak makanan.

alhamdulillah.

tinggal hari ini nih saya ikut training di 21 cafe, semoga deh bisa kerja dan dikasih jatah waktu lama. eh 1 lagi, nunggu foto2nya deh. cuma difoto pas akhir-akhir, saya ampe nafsu kalau ada yang ngomong foto, hahahahaha pengen difoto.

makasih sudah berkunjung.