Kuliah minggu pertama

Jadi kuliah gue ini kan sistem belajarnya, dua minggu kuliah, dua minggu off. Belajarnya itu dari senin sampe jumat. Dari jam 8.30am – 4.30 pm. Gue kuliah di universitas, ini termasuk kursus gitu sih. Jadi kalau nanti lulus dapat sertifikat gitu lah.

Mungkin masih ada yang nanya jurusan apa kuliahnya?

Gue pilih commercial cookery certificate III, diploma management of hospitality 1 semester dan lanjut commercial cookery certificate IV. Semua jurusan ini mesti ditempuh dalam waktu 3 tahun men. Jadi loe nanti bakal dapat visa kurang lebih 3 tahun.

Sebelum kuliah kayaknya gue kecapean karena banyak kegiatan. Ada temen gue yang terserang batuk pilek. Karena gue kecapekan kali ya. Gue pun terserang. Badan lemes, ngantuk bawaanya, semua nyeri-nyeri, pala puyeng ditambah batuk dan pilek.

Tiga hari pertama yang gue dapatkan berupa teori bagaimana bekerja yang safe, bersih, unharmful, hazard, dan semua teori yang menyangkut dapur dan kebersihan makanan.

Gila memang ya, kerja di Australia itu dipikirin agar si pekerja itu safe, kerja pintar, eficien dan efektif. Selain itu gue juga mendapatkan teori manner dan behave kerja. Semua benar-benar diatur dan diajarkan agar kualitas bekerja lebih bagus. Mangkanya kalau pernah ngerasain kerja di bidang hospitality (sepengalaman gue) pasti ngerasain kalau kita ditraining dan diajarin kerja yang bener dan smart. Ngerasin juga tentunya, bukan cuma tempat nyari duit, tapi gimana tempat kerja bisa dibangun oleh orang-orang dengan manner baik.

Gue kudu ngerjain banyak assesment. Sebagian berisi hal-hal yang menyangkut kebersihan dan keamanan bekerja. Ada juga assesment yang seperti table-table yang diformat untuk berbagai jenis shcedule yang umumnya digunakan untuk memanage dapur.

Dengan keadaan gue yang lemes-lemes gak jelas. Gue cuma dengerin, gak banyak aktif.

Tiga hari kemudian gue mulai masuk dapur dan belajar menset up ruang kerja.

Oh iya, karena gue sedang belajar masak, maka peralatan dasar mesti gue miliki. Gue membeli satu set gitu dari salah satu penjual. Ada tiga penjual yang datang ke kampus saat orientasi, mereka menawarkan barang dan memberikan info detail untuk memesan barang.

At least gue kudu punya satu set piso, seragam dan sepatu khusus yang anti slip.

Kurang lebih gue menghabiskan uang $600 untuk beli semuanya.

Setiap hari ada 1 menu yang dibuat beserta saus-saus.

Gue udah belajar bikin

1. Fish and chips,

2. Mayonaise

3. Saus tartare

4. Tekhnik memotong sayuran yang kudu sama rata sesuai yang diminta,

5. Fillet ikan

6. Memotong-motong ayam

7. Boiling egg, daging

8. White souce

Itu yang gue ingat. Kayaknya masih ada lagi deh, cuman gue lupa aja.

Sebenarnya kuliahnya gampang-gampang aja sih bro. Cuman gue gak tau kedepanya kudu gimana.

Gue sih merasa beruntung udah punya speed, multi tasking juga lumayan, potong-potong, fillet-fillet juga. Semua yang gue pelajari dua minggu itu gak begitu sukar sih untuk saat ini.

Oh iya guys jadi gue kuliah ini persemesteernya bayar 7 ribu $$ kan ya. Terus perdua minggu itu cuma dibolehkan kerja 20 jam. Sebenarnya ada polanya sih untuk aturan bekerja ini. Cuman yang aman itu kalau lebih baik tiap minggu itu kamu kerja 20 jam aja.

Polanya sebenarnya gini.

Misalnya minggu pertama kamu kerja 15 jam, minggu ke dua itu kamu boleh kerja 25 jam, tapi minggu ketiga ini kamu gak boleh kerja lebih dari 15 jam karena hitunganya gini minggu 1 + minggu 2 kudu 40. Minggu 2 ditambah minggu ketiga kudu 40 jam. Jadi kalau ngikutin contoh ditas berati di minggu ketiga kamu kudu balik lagi kerja 15 jam dan minggu keempat kerja 25 jam.

Makanya ada bagusnya kamu kerja tiap minggu itu 20 jam aja biar gak rempong.

Terus kalau minggu pertama itu kamu sakit dan ada surat dokter. Minggu kedua bukan berarti kamu bisa kerja 40 jam sekaligus, gak bisa. Kamu tetep cuma bisa ambil jatah 20 jam aja, atau jumlah jam seperti biasa yang kamu dapat di minggu kedua.

CMMIW ya kalau gue salah.

Terus kan kemarin senin gue disuruh masuk. Ada seseorang yang mau ngisi materi tambahann. Gue datang dong ya. Dijelasin tuh semua rule jadi student yang bener. Gue agak ngeri juga sih.. intinya kalau mau jalan lu mulus, jangan coba-coba againts rule. Kuliah yang bener.

Nah guys sebelum kita dapat student visa kan kita dapat surat penerimaan dari kampus yang biasanya dikenal dengan CoE. Baru kemudian dengan melampirkan CoE itu baru kita dapat student visa.

Kalau kamu gak bener kuliahnya, CoE ini dicabut, visa kita automatically juga dicabut oleh imigrasi. Jadi seberapa lama pun masa berlaku visa itu, tetep saja tergantung dari CoE.

Jadi gue gak ngoyo-ngoyo banget lah buat nyari duit.. yang penting kebayar tiap semesternya.

Oh ya guys, makanan yang kita buat itu selama kuliah bisa kita makan kok.

Eh sekarang kan waktunya libur ya.. gue malah homesick coba, pengen balik rasanya gue.

Haydeyyhhhh

Advertisements

Kuliah dan kerja di Australia

Seneng rasanya banyak anak muda yang semakin tertarik untuk merasakan bagaimana serunya tinggal di Australia. Salah satu caranya bisa dengan work and holiday visa. Selain itu bisa menggunakan berbagai visa atau dengan student visa. Ini juga salah satu cara bisa datang ke Australia dan merasakan hidup yang sama dengan teman-teman yang berada di Australia.

Jika dilihat dari segi biaya mungkin telihat sangat besar. Akan tetapi kita sebagai seorang international student diizinkan untuk bekerja 20 jam officially. Apalagi jika kita mau bekerja sama dengan partner kita. Tentu saja bisa saling membantu satu sama lain. 

Di Australia juga banyak pilihan tempat kuliah murah kok. Namun, tentu saja lebih mudah bagi kamu mendapatkan student visa apabila kamu memilih tempat kuliah yang bagus. Ini mungkin berhubungan dengan persyaratan yang kamu miliki, akan menjadi pertimbangan ketika proses mendapatkan visanya.

Keuntungan yang bisa didapatkan ketika tinggal di Australia sebagai student:

1. Bisa bekerja sambil kuliah, gajinya bisa digunakan untuk biaya hidup dan juga uang kuliah, tergantung jurusan dan dimana kuliahnya. Harga berbeda-beda.

2. Kehidupan di Australia memungkinan buat kamu untuk menjalani hidupmu sesuai dengan apa yang kamu mau.

3. Kamu juga bisamembeli barang-barang yang menurutmu mahal di Indonesia, tapi terjangkau di Australia.

4. Mendapatkan banyak teman dong.

5. Kamu bisa melanjutkan karirmu di Australia ke depanya.
Tentu kuliah sambil bekerja, apalagi berniat nyari duit. Agak rumit dijelaskan dan tergantung kapasitas setiap orang. Apalagi jika memilih tempat kuliah yang bagus. Tentu kamu dituntut bagus juga secara akademik kan. Urusan kuliah saja bisa menguras otak kamu, apalagi harus pontang-panting kerja. 

Jika memang ingin serius menjalani karir di Australia ke depanya ya mendingan cara tempat kuliah juga yang bisa menunjang karir kamu. Biarin aja susah perih terlebih dahulu beberapa tahun. Ketika nanti lulus kuliah kan bisa juga menjalani hidup yang lebih nyaman lagi..

Ke Australia bisa dengan banyak cara guys., dan selama kamu mengikuti prosedur untuk mendapatkan visanya. Insha ALLAH dapat.

Saat mengurus proses student visa. Aku dibantu oleh Nona Fitria yang bekerja di StudyNet (agent pendidikan). 

Jadi Student di Australia

Sebenarnya gue tuh ragu antara mau melanjutkan pendidikan lagi apa nggak. Tapi, gue begitu nyaman dengan kehidupan di Australia, jadi gue yakin memutuskan kembali ke Australia dengan menggunakan student visa. 

I felt like I’ve spent my time after worked and holiday in Australia. I had been doing nothing for almost 9 months in Indonesia and other country. Ya I traveled a lot and spent much money too.

Bisa dibilang ini semua karena IELTS. Memang ielts itu agak intricate dan harus belajar, gak bisa asal-asalan test aja. Ditambah setelah work and holiday, gue jadi manusia pemalas, buka buku pun kaga mau. Emang gue kaga suka belajar juga sih. Gimana bisa dapatin skor yang bagus kalau begitu. Cuman gue ngerasain dengan belajar ielts, belajar english lebih enak aja gitu. Setelah 3 bulanan gue belajar dengan berbagai cara. Akhirnya gue mendapatkan nilai 5.5. Skor ini sudah cukup sekali untuk mencukupi syarat kuliah cookery.

Gue memutuskan ke Darwin lagi, padahal banyak sekali anak Work and holiday visa holder dari indonesia yang pergi ke bagian utara australia untuk mendapatkan second year visa. Beruntungnya mereka, karena mereka bisa mendapatkan kesempatan begitu. Tapi gue optimis kok, walaupun persaingan di Darwin akan semakin banyak. Gue bisa dapat kerjaan nantinya untuk bayar kuliah.

Bersyukur pula gue pernah kerja di tempat lama dan cukup memberikan kesan yang baik, sehingga gue bisa dengan mudah meminta kembali pekerjaan. 

Nah untuk student sendiri. Gue diperbolehkan bekerja hanya 20 jam dalam seminggu. Tentu ini tidak cukup sebenarnya untuk bayar segala macam. Apalagi biaya pendidikan di Australia terkenal dengan mahalnya. Tapi kalau diimbangi dengan bekerja di Australia, pendidikan di Australia cukup terjangkau kok.

Dalam proses mendapatkan student visa, gue dibantu oleh Nona Fitria yang merupakan senior work and holiday yang kini tinggal di Australia. Dia bekerja di study net yang merupakan agent pendidikan. Nona begitu helpful dan sabar banget. Dia juga yang mentraslete semua dokumenku. 

Ada dua proses inti yang harus dilalui.

1. Mendaftarkan diri ke tempat dimana kita mau sekolah, baik itu college ataupun university

2. Apply student visa.

Nona juga tidak meminta fee. Semua biaya yang gue keluarkan memang untuk biaya kuliah dan permohonan visa saja.

Honestly, pasti normal terjadi pada siapapun yang sedang apply visa. Gue juga termasuk anak yang sering deg-degan atau takut my visa is not granted.

Gue sendiri memilih untuk belajar cookery di charles darwin university dan bakal ambil yang intake pada bulan july 2017.

Gue ambil test ielts pada bulan januari 2017.

Setelah mendapatkan hasil IELTS gue mulai mengirimkan beberapa dokumen yang diperlukan.

1. Passport

2. KTP

3. Kartu Keluarga

4. Ijazah SMK dan Kuliah beserta transkrip nilainya

5. SIUP/Tanda Daftar Perusahan dan surat lainya yang menyangkut usaha. karena orang tua gue memiliki usaha sendiri, gue gak melampirkan slip gaji ataupun NPWP.

Semua dokumen di atas cukup discan dan diserahkan kepada Nona Fitria.

Kemudian syarat tambahan lainya adalah;

6. SOP atau surat yang menyatakan kenapa sih kita kuliah pada bidang itu. (Menggunakan bahasa inggris)

7. Bukti pendukung yang bisa memperkuat alasan kenapa ambil kuliah jurusan tersebut. Gue sendiri melampirkan slip gaji di beberapa tempat kerja saat gue work and holiday dulu.. kebetulan gue banyak kerja di bidang kuliner. (Menggunakan bahasa inggris)

9. Surat pernyataan dukungan dari orang tua yang ditandatangani diatas materai (menggunakan bahasa inggris). Surat ini ada yang ditunjukan kepada sekolah dan embasy.

10. Syarat yang paling berat mungkin adalah mengenai keuangan:

Selama work and holiday gue cukup bisa menabung banyak, jadi tinggal kurang sedikit lagi. Saat itu juga bertepatan dengan ortu gue yang baru pinjam duit ke bank untuk beli tanah. Gue pinjem dulu lah, sebelum mereka beli tanah. Alhamdulillah gue bisa menunjukan bukti keuangan yang cukup besar.

Bukti keuangan yang dilampirkan bisa scanan buku tabungan, bank statmen ataupun rekening koran. Gue sendiri memilih menggunakan bank statment. 

Untuk mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan atau berapa saldo yang bisa ditunjukan sebagai bukti keuangan bisa ditung kasar. Misalnya begini.

Biaya kuliah gue pertahun itu 14.000 $AUS + Biaya hidup pertahun 19.000 + 2000 biaya apa gitu.. jadi kurang lebih yang harus ditunjukan di saldo sekitar 35,000 $… lebih bagusnya kalau kamu nunjukin lebih. Biar tenang aja gitu.
Kayaknya negara australia itu gampang deh untuk urusan apply visa, asalkan semuanya terpenuhi dan masuk akal, yaudah granted gitu.
Nah tantangan selanjutnya bagi gue adalah gimana bisa membayar biaya pendidikan dan hidup selama di Australia nanti.

14,000 : 52 minggu = 269.2$

Biaya accomodation = 120

Biaya makan = 100

Biaya lain-lain = 100

589.2$ perminggunya harus bisa gue dapatin untuk mencukupi biaya pendidikan gue.

Sedangkan gue cuma boleh kerja 20 jam aja, yang dimana gaji bersihnya itu rata-rata $17/ jam * 20 jam/minggu = 340$ ini hanya cukup untuk biaya makan hidup doang. Gimana dengan biaya kuliahnya.

Ada beberapa bulan dalam setahun dimana gue bisa kerja full/unlimited. Nah saat itulah gue bisa menggunakanya untuk mengejar biaya kuliah. Makanya harus nyari tempat kerja yang bisa ngasih jam kerja panjang.

Ini cuma itungan gue aja ya. Pada kenyataanya di Australia juga banyak kok jenis pekerjaan yang bayaranya cash, cuma tergantung di mana kamu kuliah. Di kota besar mendapatkan pekerjaan dengan bayaran cash itu lebih mudah jika dibandingkan dengan darwin. Jadi gue juga bisa nyari uang tambahan dari pekerjaan yang ngasih bayaran cash. Cuma ya gak bisa banyak juga. Hehehe

Kita lihat ya, gimana gue bisa bertahan di Australia. Setidaknya, gue gak minta duit lah ke ortu untuk semua biaya yang gue butuhkan ini. Gue pun seneng banget bisa kembali ke Australia lagi.

Gue salut sama temen-temen yang di INdonesi dulu, mereka hebat, bisa bayar kuliah sendiri. Di Australia pun banyak sekali student yang kuliah dengan biaya sendiri, bahkan biayanya jauh lebih mahal dari pada bayaran kuliah gue.

Yuk mumpung kita masih muda, kita push diri kita sampe limitnya gimana sih. Berjuang keras. Gue yakin suatu saat kita bisa juga jadi bagian dari orang-orang hebat.
Guys thanks ya udah baca…

Sharing di Universitas Bandar Lampung

Suatu ketika bang Boaz mengirim pesan dan mengajaku untuk sharing perjalananku di Australia dengan menggunakan work and holiday visa. 

Aku sangat exited tapi kayaknya gak bisa karena aku sedang proses mengajukan student visa.  Kemungkinan sudah jodoh harus ke sumatra,  student visaku baru selesai april. 

10 april aku mendapatkan visa. Nampaknya aku bisa mengikuti undangan bang Boaz sebelum aku berangkat ke Australia untuk kuliah. 

19 april kami berangkat.  Sudah lama aku tak berjumpa dengan bang Boaz.  Entah kenapa juga dia memilihku,  padahal komunikasi diantara kami pun gak intens. Aku bangga denganya yang juga menjadikan kegiatan ini adalah kegiatan mengisi waktu luang sebelum pergi ke negara lain.  

Bang Boaz mendapatkan kesempatan mengunjungi Amerika Serikat.  Ada sebuah program yang dia ikuti dan dia termasuk salah satu yang layak mendapatkan kesempatan itu. 

Balik lagi ke undangan acara.  Acara tersebut merupakan sharing 3 pembicara mengenai perjalanan mereka ke luar negri. Bang boaz berbicara mengenai bagaimana bisa traveling ke luar negri murah,  pa Wayan berbicara mengenai perjalanan yang iya lakukan di USA dan Eropa,  dan aku yang menjelaskan lebih detil bekerja dan berlibur.

Acara ini diinisiasi oleh pa Helta.  Beliau merupakan salah satu dosen di fakultas bahasa Inggris.  Bisa dikatakan fakultas ini memiliki guru-guru officially pernah study di luar negri. 

Aku bahagia karena bisa mengenal banyak orang hebat di sana.  Merasakan aura para dosen yang keren dan open minded.  

Gila betapa beruntungnya mahasiswa UBL fakultas bahasa inggris memiliki banyak dosen yang hampir semua pernah belajar di Luar negri. 

…………….

Hari itu di mulai. Bang Boaz menjadi pembicara pertama.  Dilanjutkan oleh pa Wayan, dosen muda yang usianya gak jauh beda denganku tapi memiliki riwayat akademik yang bikin aku envy, dan terakhir giliranku. 

Tantanganya adalah bagaimana menarik perhatian 150an audience untuk tertarik pada materi kita di jam kritis.  

Aku merasa cukup bagus antusiasnya ketika aku presentasi.  Ya meski aku gak bisa membuat lelucon seperti biasanya.  Tapi melihat tatapan mereka kepadaku,  membawa semangat. 


Aku,  bang Boaz dan pa Wayan

When I was sharing

Cie dapat penghargaan lah ya. 

Bersama dosen-dosen hebat di UBL

Mereka turut mengundang anak SMA

Para panitia terima kasih banyak. 

Bareng mahasiswa

Acara ini pure charity ya.  Udah diundang aja aku senengnya minta ampun. 

Karena ada alasan ini,  aku pun berniat untuk traveling di Sumatra. Sehingga aku bareng bang Boaz stay di rumah salah satu mahasiswa.  Kami tinggal di rumah Rizky, juga ditemani Sando dan Yudi. Wah mereka melayani kami dengan luar biasa sekali. 

Tak hanya itu,  kami juga berkumpuk dengan teman-teman dari Backpacker Dunia dan Couchsurfing. Terima kasih ya bang Tyson. 


Senang rasanya bertemu dengan mereka. 

Terima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah menjamu,  dan berbaik hati melayani kami.  Sunggug luar biasa sekali pengalaman ini. 

Questions and Answer Work and Holiday

WORK AND HOLIDAY EXPERIENCE 2015-2016

I am super excited to live abroad. Sudah pernah backpckeran ke beberapa Negara sebelumnya, baru lulus kuliah. Inilah kesempatan yang sangat bagus buatku untuk mencari pengalaman bekerja dan berlibur di Australia selama setahun (saat itu kesempatanya hanya setahun saja). Layaknya berpetualang ke Negara lain, aku tidak terlalu ribet dan khawatir dengan apa yang akan terjadi.

It is very common when people are so worry about job. How they can survive and find a job there? Don’t worry guys. I insisted that live in Australia was very easy and joyful.

Arip proses mendapatkan visanya berapa lama?
In my case, I needed roughly 3 month. Selama semua persayaratan yang diminta itu terpenuhi, pasti dapat deh visanya. Intinya sabar dan sabar menunggu.

What were your obstacles?
Dalam mendapatkan visa aku sempat struggle dengan syarat harus memiliki jaminan bank Rp. 50 juta dan kemampuan Bahasa inggrisku. Aku perlu 4 kali tes toefl (saat itu syarat toefl masih boleh) untuk mendapatkan skor yang cukup.

Why did you wanna go to Australia?
Firstly, I wanna have live abroad experience. Aku pengen belajar banyak, secara real dari perkajaan yang nanti aku dapatkan. Tentu saja gaji yang didapat juga sangat tinggi, meski itu bukan alasan utama tapi hal ini cukup jadi pertimbangan yang bagus.
Orang tuaku merupakan seorang entrepreneur, aku sudah dididik untuk melanjutkan usahanya. Akan tetapi, menurutku pengalaman yang kumiliki belumlah cukup. Jiwa mudaku mendorong untuk berpetualang terlebih dahulu sebelum benar-benar nanti terjun pada usaha.

When did you go there? and where?
Aku pergi ke Darwin yang berada di Northern Territory Australia pada tanggal 10 Agustus 2015 dan setahun penuh aku habiskan di sana.

Kenapa hanya di Darwin?
Persainganya tidak terlalu ketat, aku lebih suka kota biasa aja, rate gajinya cukup tinggi, kalau sulit dapat kerjaan bisa ke farm, ya aku pengen di Darwin aja sih.

Apa saja yang kamu bawa?
Beberapa helai baju biasa, baju untuk bekerja berupa kaos-kaos polo hitam, calana hitam, sepatu, bumbu-bumbu masakan, makanan instant, passport, dan uang cash.

Apa kamu punya saudara di Australia?
Aku sama sekali tidak memiliki kerabat di Australia. Namun, aku mengenal pak Rudi Siagawanto dari Facebook dan setelah melakukan percakapan chat, aku memutuskan untuk tinggal di rumahnya. Beliau menyewakan dua kamar, karena sudah terisi, beliau menawarkanku untuk tinggal di ruang tamu. Beliau juga memberikanku pekerjaan serabutan, sehingga aku merasa terbantu. Saat itu, Aku tidak banyak mengenal anak-anak pemegang work and holiday visa dari Indonesia.

Bagaimana dengan akomodasi?
Seperti layaknya backpacking ke Negara lain, kamu bisa membuat itinerary atau rencana perjalanan kamu selama di Australia yang mencakup akomodasi dan keperluan lainya. Akomodasi sendiri bisa mengandalkan hostel, apartement, sewa kamar, sewa rumah dan lainya.
Link yang dapat digunakan untuk mencari informasi tersebut bisa di gumtree.com, hostelworld.com, hostelbooker.com, booking.com, airBnB.com dan lainya.
Ketika sudah di Australia, mendapatkan akomodasi tidak terlalu membingungkan. Terkadang ada beberapa orang Indonesia yang menyewakan kamar atau rumahnya seperti yang dilakukan oleh pa Rudi. Selain itu, kita juga bisa mencari tahu informasi akomodasi dari teman lainya dengan bertanya langsung atau di grup-grup media social/chat.

Apa yang harus diurus terlebih dahulu begitu tiba di Australia
Pertama. Tabungan Australia, bisa pilih beberapa bank yang menurutmu cocok dihati; commonwealth, NAB, Westpac dan lainya. Tanpa membawa uang sepeserpun bisa kok membuat buku tabungan. Kamu akan diberi sebuah card yang berisi nomor akun dan nomor user untuk mengakses tabunganmu melalui internet. Tidak ada buku tabungan seperti yang kamu dapatkan di Indonesia.
Kedua. Nomor telpon di Ausi. Ada beberpa operator yang bisa digunakan; Telstra, optus, vodavone, dan lainya. Nomor ini sangat penting, karena orang mudah menghubungi, terutama tentang pekerjaan.

Ketiga. Tax file number atau nomor pajak. Untuk mendapatkan nomor ini kamu harus mendaftarkan diri di ATO (Australian Tax Office) dengan mendatangi kantornya atau websitenya. Nomornya akan dikirim ke rumah/tempat tinggal kita, kurang lebih semingguan.
Ketiga hal ini sangat diperlukan sekali untuk mencari pekerjaan di Australia.

Apakah mendapatkan kerja gampang?
Tergantung dari kegigihan, tidak pilih-pilih kerjaan, tidak banyak mengeluh, dan keberuntungan. Umumnya pekerjaan yang banyak menerima para pemegang work and holiday visa adalah pekerjaan casual. Such as; cleaner, dish washer, kitchen hand, housekeeper, gardener, farmer, assistant chef, barista, tukang pijat dan lainya.
Informasi pekerjaan paling update ada di website gumtree.com website ini akan memberikan inforamsi job vacancy yang tersedia di beberapa tempat. Kamu bisa mensetting atau mendapatkan informasi di sekitar area terdekat.

Cara lain adalah dengan cara mendatangi tempatnya secara langsung, misalnya dengan datang langsung ke restaurant. Selain itu bisa juga meminta informasi pekerjaan dari teman lain sesame pemegang WHV.

Apa yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan?
Gak usah ribet bawa semua dokumen yang kamu miliki. Yang perlu dibawa hanyalah selembar kertas yang berisi resume diri kita. Resume pun dibuat singkat, intinya berisi; nama, alamat di Australia, nomor telpon, dan email. Data tambahan lainya; background pendidikan, pengalaman bekerja (bisa asal-asalan), minat dan hobi, availability bekerja.

Resume tersebut disa printed out ataupun berbentuk digital. Misalnya melamar pekerjaan di gumtree bisa dengan upload resume kamu nantinya.

Apa saja yang harus aku bawa dari Indonesia untuk bekerja?
Kalau mengenai pakaian, tempat bekerja akan memberikan baju atau seragam. Kalau tidak kita bisa bawa baju kaos hitam, celana bahan atau jeans. Sebagaian tempat kerja juga meminta pekerja menggunakan sepatu formal.

Kalau aku ketika bekerja di sushi aku akan berdandan bagaikan chef, tidak boleh memakai jeans, kalau sepatu terserah tapi untuk kerja, aku lebih merekomendasikan sepatu sport, lebih nyaman di kaki.

Kalau kerja di café pada siang hari, aku dikasih kaos polo. Sedangkan pekerjaan malam di restoran, karena dibelakang layar, aku bisa mengenakan baju apapun.

How long had you been waiting the job since you arrived in Darwin?
I recon 10 days. I got the kitchen hand job in the city centre at 21 café. That was super awesome place for me. I prayed that I wanna learn a lot and they taught me a lot about the job. Then I worked at some places in the day and night.

Could you tell me?
Pada bulan agustus aku dapat pekerjaan di café dari jam 9 sampai closing atau kadang diminta pulang pada siang hari kalau café sedang sepi, biasanya pada hari rabu atau kamis (gajinya flat). Bulan September aku mendapatkan pekerjaan malam di sebuah resort sebagai kitchen hand juga (I had been working here for almost 11 month). Desember aku resign dari café dan nyoba pergi ke farm, ternyata aku gak bisa kerja sebagai farmer, terlalu panas dan akhirnya aku kabur (Cuma sehari doing kerja). Desember aku mendapatkan kerja sebagai sushi chef, aku bekerja selama 7 bulan. Sejak desember pula aku mendapatkan pekerjaan malam baru, sehingga aku bekerja di dua tempat. Bulan maret bosku yang di café 21 memintaku untuk bekerja lagi, sayangnya aku hanya bisa bekerja saat libur kerja di sushi saja dan dia pun setuju. Akhirnya aku bekerja di 2 tempat untuk siang hari dan 2 tempat untuk malam hari dalam satu minggu.

Gajinya?
Aku mengenal gaji yang flat dan tidak. Gaji flat biasanya tidak membedakan antara gaji hari biasa dan weekend. Sebaliknya, gaji yang tidak flat, memberikan finalty rate untuk weekend dan public holiday.

Gajinya sendiri yang pernah kudapat $21,60 perjam, $22,60 perjam, $23 perjam pada hari biasa. Weekend; sabtu $28 dan minggu $35. Untuk public holiday perjam $50.

Gajinya dikirimkan ke akun tabungan kita setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali, antara hari rabu atau kamis. Selain itu perusahaan akan memotong pajak yang jumlahnya ditentukan oleh mereka. Untuk regulasi baru setiap $1 yang dihasilkan akan dipotong sebanyak 15%.

Apa perbedaan kerja di Australia?
Aku merasa dihargai sih sebagai pekerja. Kebanyakan pekerjaanku di restoran atau dibidang kuliner. Aku bisa banyak belajar sekali di sana. Mereka sangat welcome untuk mengajari skill-skill baru, bahkan jika kita anaknya antusias, mereka akan senang sekali mengajari.

Misalnya pekerjaan sushi chef. Aku makan sushi aja sebelumnya tidak pernah. Hanya dalam seminggu training aku sudah bisa membuat sushi, semakin hari semakin banyak yang kupelajari, dalam beberapa bulan saja aku sudah bisa membuat sushi yang banyak dipuji karena cantik.

Jangan heran kalau aku banyak ditawari kerjaan, karena mereka bisa lihat kualitas kerjaku. Bisa dibilang kerja di ausi itu sangat super sibuk, kita dituntut cepet dan bener dalam bekerja. Apalagi kalau di restoran dan café, ada jam-jam yang bener-bener seperti kesetanan kalau lagi bekerja. Bahkan sebisa mungkin perusahaan itu meminimalisir tenaga kerja apabila tidak sibuk. Hal ini memang setimpal dengan gaji yang diterima.

So, mungkin kamu harus mulai latihan mengerjakan sesuatu secepat mungkin deh. Tapi ada juga loh tempat kerja yang kerjaanya tidak terlalu harus cepet. Biasa aja. background boss juga mempengaruhi, biasanya jika bosnya orang asia, kita dituntut untuk bisa melakukan banyak hal dan gak tenang kalau pekerjanya banyak leha-leha.

Yang penting sih happy ya ngejalaninya. Jangan terus mencari-cari bahan untuk dipermasalahkan. Kalau gak suka tinggal pindah dan cari kerjaan baru.

How come you work so hard?
Sebenarnya aku menikmati aja sih kerja di Australia. Awalnya ya karena serunya itu, tapi lama-lama karena duitnya juga. Kesempatan yang diberikan oleh orang-orang juga membuatku bahagia, mereka senang dengan cara kerjaku, jadi Alhamdulillah aku bisa diberikan kesempatan bekerja di beberapa tempat. Di Indonesia aku gak miskin-miskin amat, cuman ya aku juga ingin mandiri dan memiliki tabungan dari hasil jerih payahku kan. Kesempatanku tinggal dengan whv juga Cuma setahu, jadi aku manfaatkan betul-betul. Senang-senangnya nanti saja.

Semua pekerjaan aku dapatkan melalui gumtree.com

Bangun hubungan dengan baik, kalau kita gak suka kerja disitu, ya ngomong dengan baik-baik. Mereka tidak akan mengahalang-halangi. Siapa tahu di kemudian hari kita butuh mereka. Pokoknya harus terus berusaha menjaga hubungan antar manusia dengan baik, dengan siapapun. Perkara-perkara yang membuat hati keruh, lebih baik cepat alihkan dengan pemikiran atau kegiatan yang positif.

Rip Bahasa gue jelek banget, gimana dong?
Apa kabar Bahasa gue ya, itu makanya aku juga banyak kerja yang tidak terlalu komunikatif. Terus aku orangnya gesit dan ngerti apa yang harus dikerjakan. Jadi rekan kerjaku suka sama kerjaanku. Istilahnya banyak pekerjaan yang kulakukan tanpa disuruh atau diminta sudah kulakukan. Jadi mereka fine dan malah aku seperti diperebutkan. Ya ampun aku ampe terharu. Hahahahaha
Aku aja tes toefl yang kata orang gampang, ternyata butuh 4 kali loh. Gila kan?

Apa perlu skill atau perlu mempersiapkan skill?
Jangan memaksakan diri, bisa dibilang tidak perlu. Intinya jangan pilih-pilih kerjaan. Udah tau kan kalau kesempatan bekerjanya kebanyakan pekerjaan casual. Jadi dari pada berangan terlalu tinggi mendapatkan pekerjaan professional tapi tak kunjung datang, ya sayang waktu menurutku. Gak masalah lah Cuma beberapa tahun bekerja yang biasa aja, itupun malah bisa memberikan sumbangsih besar pada masa depan kamu nantinya. Setidaknya jadi tahu bagaimana rasanya bekerja pada posisi seperti itu.

Pemberi kerja akan memberikan kesempatan seminggu pertama memperkenalkan pekerjaan atau mentraining, seiring berjalanya waktu apabila memungkinkan, kita juga akan mendapatkan training untuk pekerjaan lainya. Dalam masa training itu kita pasti bisa melakukanya dengan baik, asalkan mau belajar, membuka diri, tidak merasa direndahkan oleh orang lain (Karena di Indonesia anak orang kaya, mana mungkin gue ngerjain kaya beginian, misalnya), tetep humble dan selalu senyum. Insha ALLAH rezeki mengalir deras tak terbendung dan membuncah bagaikan letusan larva yang sudah tidak tahan lagi untuk dikeluarkan.

Jika kamu merasa ingin belajar dulu dari Indonesia, bisa ikut kerja part time di restoran, ikutan pelatihan di balai latihan yang diadakan pemerintah, olah raga biar pisiknya makin kuat dan lainya.

Bagaimana kualitas hidup di Australia?
I obviously agree that I got good quality of life. Bayangin kalau lagi nyetir mobil setelah pulang kerja, camilanku anggur segar-segar. Setiap minggu aku belanja makanan yang bagus-bagus kualitasnya. Mandi juga ada air hangat dan dingin sepanjang hari. Nyuci baju gampang. Dapur juga lengkap. Cucok lah semuanya enak banget.

Aku juga enjoy banget dalam bekerja, rekan kerja tak sayang untuk memuji apabila pekerjaanya bagus. Gajinya tinggi pula. Kerja sesibuk apapun benar-benar bisa dinikmati dengan sangat menyenangkan. Meski pekerjaanya tukang cuci piring, ya masih bisa seneng-seneng lah ya? Hidup bisa banget balance, cuman yang greedy paling waktu habis untuk bekerja saja.

Hampir setiap hari aku bisa berkumpul dengan teman-teman. Masak dan makan bareng di kosan. Seru deh pokoknya.

Berapa biaya hidup perminggunya rip?
Hal ini tergantung dari masing-masing individu ya. Jika cukup boros seperti diriku. Belanja mingguan kurang lebih $150, uang kosan $120, bensin $60, biaya having fun $50. Ya $350-400 lah ya.

Gaji yang kamu hasilkan
Di awal-awal aku dapat $800 an seminggu
3 bulan kemudian gajinku $1000 seminggu
Awal tahun 2016 udah diatas $1000, sekitar $1200-1500an

Pajak yang harus kubayar sekitar $ 9,000 atau Rp. 90 jutaan. Besar banget ya. Itu karena semua tempatku bekerja dikenai pajak.

Cash in hand
Ini adalah metode pembayaran secara cash dari si pemberi kerja kepada pekerja.\

Transportasi
Untuk keperluan di kota besar, transportasi public cukup memadai. Ada bus, tram, skytrain, dan lainya.

Sedangkan di kota kecil kendaraan sangat membantu mobilitas. Terutama bagi para pekerja yang memutuskan untuk bekerja di banyak tempat. Memiliki kendaraan sendiri is a must.

Membeli mobil di Australia termasuk perkara yang mudah. Mobil murah pun banyak pilihanya dan sangat terjangkau. Biasanya yang diperhatikan adalah jarak yang sudah ditempuh si mobil atau melihat dari kilometer dan kapan mobil itu dikeluarkan (tahun pembuatan).

Setiap tahun mobil harus masuk ke bengkel untuk diketahui apakah mobil itu masih layak atau tidak. Artinya kamu harus mengeluarkan biaya pengecekan, service, dan biaya lainya. Setelah itu, bengkel akan menerbitkan pernyataan yang berisi kelayakan kendaraan setelah benar-benar semuanya dicek dan diperbaiki apabila ada yang kurang safety.

Surat ini dibutuhkan untuk mebayar regristarasi kendaraan, oleh sebab itu pertimbangan melihat riwayat kendaraan juga sangat penting. Semakin lama jatuh temponya semakin bisa menguntungkan dirimu. Bayar regristrasi bisa dilakukan untuk enam bulan sekali atau setahun sekali.

Berkendara di Australia tentu saja membutuhkan driver lisence. Bisa dengan membuat Australian driver lisence atau membuat sim international di Jakarta.

Ada dua status jika ingin membuat sim ausi, yaitu; learner dan professional. Jadi akan ada dua kali tes. Tes pertama adalah tes tulis yaitu menjawab 30 pertanyaan dan boleh menjawab benar minimal 26 soal. Jika lulus maka akan terbit sim dengan status learner yang memiliki beberapa catatan seperti; tidak boleh berkendara melebihi 80km/jam, zero alcohol, harus menggunakan kacamata, harus didampingi oleh professional driver. Di mobil pun biasanya ditempeli lambang hurup L besar. Soal-soal tes dapat di akses di website MVR dan kita bisa latihan di sana sepuasnya. Tiap-tiap wilayah Australia memiliki soal yang berbeda, itu disesuaikan dengan medan yang ada di daerah tersebut.

Sebagai whv holder ataupun student setelah mendapatkan learner driver lisence, bisa langsung mendaftarkan diri untuk mendapatkan professional driver lisence dengan melakukan tes driving di jalanan bersama petugas yang ditunjuk langsung oleh MVR. Nanti aka nada list di kertas yang direkomendasikan oleh MVR.

Di Australia driver lisence juga memiliki multy fungsi sebagai id card. Jadi setiap orang tidak memiliki banyak kartu identitas di dompetnya, cukup dengan membawa sim saja. Asik kan, mudah dan gampang. Kenapa di Indonesia ribet banget ya? Padahal banyak loh yang belajar di Australia dan jadi pejabat. Apa mereka gak mau adaptasi gitu? Heran ya?

Pajak
Aturan baru dari pemerintah Australia untuk pemegang whv adalah wajib membayar pajak sebesar 15% dari pendapatan bekerja di Australia.

Agent pekerjaan
Jika ingin mendapatkan pekerjaan bisa menggunakan jasa agent, tapi kita lebih baik selektif untuk menghindari risiko ditipu. Ada yang meminta untuk membayar di awal. Ada juga yang memotong dari gaji perjamnya.

Setelah whv mau ngapain?
Dengan ilmu yang sudah didapat dari Australia dan juga memiliki tabungan yang cukup besar, tentu banyak hal yang bisa dilakukan.

Aku sendiri setelah whv, mengunjungi beberapa Negara, membeli beberapa kebutuhan rumah dan membiayai kuliah lagi.

Keuntungan lainya apa aja rip
Melatih kemampuan Bahasa, bisa berteman dengan orang-orang dari seluruh dunia, belajar skil baru, membuat link penting, mengumpulkan modal, merasakan kualitas hidup yang jauh lebih baik.

Untuk mengetahui cerita berikutnya.. jangan lupa untuk terus ikutin catatan ini ya!